Teknologi Jepang untuk Drainase Makassar, Ini Potensi Manfaat Mobil Penyedot Sedimen

MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID — Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mendampingi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau demonstrasi teknologi mobil penyedot sedimentasi dari Jepang di kanal depan Dankeslap TNI AD, Jalan Gunung Bawakaraeng, Selasa (27/10/2026). Teknologi ini dijajaki untuk mendukung tugas Dinas PU menjaga kelancaran drainase dan mengurangi risiko genangan di Kota Makassar.

Mobil penyedot dan penyemprot air bertekanan tinggi tersebut diperkenalkan melalui penjajakan kerja sama antarkota (*city-to-city*) antara Makassar dan Yokohama, Jepang, yang difasilitasi Nippon Koei Co., Ltd. Peralatan ini berpotensi membantu petugas menangani endapan lumpur, sampah, dan material yang menghambat aliran air, terutama pada saluran yang sulit dijangkau secara manual.

Bagi Dinas PU Makassar, teknologi tersebut dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan efektivitas pemeliharaan drainase. Selama ini, penanganan saluran membutuhkan pembersihan berkala, pengerukan sedimentasi, pengangkatan sampah, serta pemeriksaan titik-titik yang berpotensi mengalami penyumbatan.

Salah satu keunggulan yang dijajaki adalah penggunaan semprotan air bertekanan tinggi untuk membantu melepaskan endapan dan kotoran yang menempel pada saluran. Material yang terlepas kemudian dapat ditangani menggunakan sistem penyedotan, sehingga proses pembersihan berpotensi berlangsung lebih praktis dan terarah.

Bacaan Lainnya

Teknologi ini juga dinilai relevan untuk saluran drainase tertutup yang menjadi tantangan tersendiri dalam pemeliharaan infrastruktur perkotaan. Pada lokasi seperti itu, petugas kerap membutuhkan peralatan khusus untuk menjangkau endapan yang tidak mudah dibersihkan menggunakan metode konvensional.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan, inovasi teknologi perlu dipertimbangkan untuk mempercepat penanganan genangan, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi peningkatan curah hujan.

“Kota Makassar memiliki banyak saluran, termasuk yang tertutup. Karena itu, kita membutuhkan alat yang bisa membantu proses penyedotan dan pembersihan secara lebih maksimal, sehingga persoalan sampah dan sedimentasi di saluran dapat ditangani dengan lebih baik,” ujar Munafri.

Dalam hal ini, Dinas PU memiliki peran penting untuk menilai kebutuhan teknis di lapangan, mulai dari saluran yang menjadi prioritas, kondisi sedimentasi, hingga kesesuaian peralatan dengan karakteristik drainase Makassar. Hasil penilaian tersebut diperlukan agar teknologi yang dipilih benar-benar menunjang pekerjaan pemeliharaan dan penanganan genangan.

Meski menawarkan potensi keunggulan, demonstrasi ini masih menjadi tahap awal penjajakan. Pemerintah Kota Makassar perlu mengevaluasi efektivitas alat, kebutuhan operasional, dan biaya pemanfaatannya sebelum menentukan penerapan lebih lanjut. Mobil penyedot juga tidak menggantikan kebutuhan normalisasi rutin, pengelolaan sampah, serta pembenahan sistem drainase secara menyeluruh.

Zuhaelsi bersama jajaran Dinas PU diharapkan dapat mengkaji pemanfaatan teknologi tersebut sebagai bagian dari strategi pemeliharaan infrastruktur air. Dengan dukungan peralatan yang sesuai dan penanganan berkala, kapasitas saluran diharapkan tetap terjaga sehingga risiko genangan yang mengganggu aktivitas warga dapat diminimalkan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *