MALLAWA, SOLUSINEWS.ID – Mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) yang menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Gattareng Matinggi, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, membuat sarana pembakaran sampah atau insinerator bagi warga setempat.
Pembuatan alat atau tungku pembakar sampah yang berlokasi di area SDN 23 Latebbu ini sebagai bentuk kegiatan pengabdian mahasiswa KKN Angkatan 78 UINAM terhadap permasalahan sampah di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
Selain itu menjadi salah satu upaya dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman melalui pengelolaan sampah yang lebih baik.
Hal ini juga sebagai upaya mengatasi penumpukan sampah dan kebiasaan warga melakukan pembakaran sampah secara terbuka yang dapat menimbulkan polusi udara sehingga mendorong mahasiswa KKN untuk menghadirkan solusi sederhana yang dapat bermanfaat langsung melalui pembuatan insinerator minim polusi.
Koordinator Desa KKN, Bayu Pamungkas Suminto, mengatakan, Selasa (12/5/2026), kegiatan diawali dengan observasi lingkungan dan koordinasi bersama pihak sekolah mengenai kondisi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
Dari hasil diskusi tersebut, mahasiswa KKN kemudian merancang program pembuatan incinerator yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan setempat.
Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah turut berperan aktif dengan memfasilitasi bahan dan alat yang digunakan selama proses pembuatan incinerator.
Mahasiswa KKN bersama masyarakat dan pihak sekolah kemudian melakukan perakitan insinerator secara bertahap.
Pembuatan alat dilakukan dengan memperhatikan fungsi pembakaran yang lebih efisien agar asap yang dihasilkan dapat diminimalkan dibandingkan pembakaran sampah secara biasa.
Setelah proses pembuatan selesai, mahasiswa KKN melakukan uji coba penggunaan incinerator untuk memastikan alat dapat berfungsi dengan baik. Uji coba tersebut juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat dan pihak sekolah mengenai cara penggunaan alat yang aman dan tepat.
Selain fokus pada pembuatan alat, mahasiswa KKN juga memberikan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
Masyarakat dan warga sekolah diberikan pemahaman terkait pemilahan sampah serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.
Program ini mendapat respon positif dari masyarakat dan pihak sekolah karena dinilai mampu membantu mengurangi penumpukan sampah di lingkungan sekitar.
Bayu mengharapkan kehadiran insinerator itu dapat menjadi alternatif pengelolaan sampah yang lebih praktis dan minim polusi.
“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang dan menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengjarapkan insinerator yang telah dibuat dapat dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan oleh pihak sekolah bersama masyarakat setempat.(*)







