Mampukah Toprak Razgatlioglu Menaklukkan MotoGP ? (bag-1)

Toprak Razgatlioglu.(*)

MANTAN komentator MotoGP, Nick Harris, menyoroti beberapa bintang WorldSBK yang pernah mencoba peruntungan di MotoGP.

Pertarungan gelar Kejuaraan Dunia Superbike 2025 antara Toprak Razgatlioglu (ROKiT BMW Motorrad WorldSBK Team) dan Nicolo Bulega (Aruba.it Racing – Ducati) masih berlangsung sengit, namun antusiasme sudah mulai tumbuh menjelang kepindahan sang juara bertahan ke MotoGP pada tahun 2026.

Razgatlioglu telah menandatangani kontrak dua tahun untuk membalap bersama Prima Pramac Racing, dan Nick Harris pun mengulas apakah ‘El Turco’, julukan Toprak Razgatlioglu dapat meraih kesuksesan di arena Grand Prix.

Berikut ulasan Nick Harris disadur dari laman worldsbk.com.

Bacaan Lainnya
Pembalap Superbike asal Turki, Toprak Razgatlioglu, mengenakan kumis palsu saat merayakan juara di Superbike Ceko Tahun 2024.(IG: Toprak)

Pembalap asal Turki, Toprak Razgatlioglu yang juara WorldSBK dua kali, kini sedang memburu gelar ketiganya di musim 2025 sekaligus akan segera beralih ke MotoGP di Tahun 2026.

Nick Harris pun bertanya, apakah ia mampu meraih kemenangan di ajang balap paling bergengsi ini?

Sudah 37 tahun lamanya kita menunggu. Harapan sempat muncul, kilatan potensi dari para pembalap berbakat pun pernah menyapa, tapi tak satu pun yang benar-benar berhasil.

Halaman sejarah itu masih kosong. Mungkinkah Toprak Razgatlioglu akan mulai menulis bab baru dalam sejarah balap motor dunia?

Seperti biasa, fakta tak selalu menceritakan segalanya. Dan itu justru hal baik, karena fakta-fakta yang ada sejauh ini menggambarkan kisah yang cukup menyedihkan.

Dalam 37 tahun sejarah Kejuaraan Dunia Superbike, tercatat ada 19 juara dunia.

Namun hanya dua di antaranya yang belum pernah berlaga di Grand Prix MotoGP, sang juara bertahan sekaligus pemimpin klasemen sementara musim 2025, Toprak Razgatlioglu, dan juara tahun 2013, Tom Sykes.

Musim depan, Toprak akan meninggalkan WorldSBK dan memulai petualangan barunya bersama Prima Pramac Yamaha di MotoGP. Sebuah perjalanan yang belum pernah berhasil dituntaskan oleh para pendahulunya.

Banyak yang mencoba, tapi tak membawa pulang kejayaan. Cedera dan nasib buruk kerap jadi penghalang.

Bahkan ada yang memilih untuk tidak memulai sama sekali. Sementara mereka yang menempuh jalur sebaliknya justru menemukan jalan yang lebih mulus.

Langka Tapi Nyata, (jika) Juara WorldSBK Menang di MotoGP

Ben Spies

Hanya dua juara dunia WorldSBK yang berhasil memenangkan Grand Prix setelah pindah ke MotoGP.

Ben Spies asal Amerika sebenarnya punya potensi besar untuk meraih lebih banyak kemenangan dan bahkan bersaing memperebutkan gelar. Namun sayangnya, cedera memaksanya pensiun lebih awal.

Juara Dunia 2009 ini tercatat mengikuti 55 balapan MotoGP, dengan satu-satunya kemenangan datang dua tahun kemudian di Assen.

Tahun itu pula, sang pembalap Yamaha finis di peringkat lima klasemen akhir MotoGP.

Troy Bayliss

Lima tahun sebelumnya, juara WorldSBK asal Australia, Troy Bayliss, mencetak kemenangan di seri penutup MotoGP 2006 di Valencia dalam kondisi yang sangat berbeda.

Bayliss ditunjuk menggantikan Sete Gibernau yang mengalami cedera. Ia bukan orang baru di MotoGP, sebelumnya sudah pernah tampil dalam 43 Grand Prix bersama Ducati dan Honda setelah meraih gelar WorldSBK 2001.

Bayliss kemudian kembali ke WorldSBK dan sukses merebut gelar pada 2006.

Kemenangannya di Valencia menjadi momen bersejarah. Saat dunia fokus pada perebutan gelar antara Hayden dan Rossi, Bayliss berhasil memimpin rekan setimnya, Loris Capirossi, untuk meraih hasil finis satu-dua pertama Ducati di kelas utama.

Kedatangan Spies dan Bayliss ke MotoGP memang disambut dengan ekspektasi tinggi dan antisipasi besar. Mereka bukan satu-satunya yang membawa semangat besar.

Colin Edwards, James Toseland, Neil Hodgson, dan Scott Russell juga sempat dianggap mampu mengulang kesuksesan mereka di ajang WorldSBK.

Scott Russel

Bagi Scott Russell, perjalanannya memang tidak mudah. Ia bergabung dengan tim pabrikan Suzuki di pertengahan musim 1995 untuk menggantikan legenda MotoGP, Kevin Schwantz, yang terpaksa pensiun akibat cedera pergelangan tangan.

Russell datang dengan reputasi yang mentereng sebagai Juara WorldSBK, juara AMA, dan pemenang ajang prestisius Suzuka 8 Hours. Namun beradaptasi dari motor empat tak ke dua tak 500cc, sambil menggantikan sosok legendaris, jelas bukan tugas ringan.

Ia mencatat 19 penampilan Grand Prix dan berhasil meraih dua podium bersama Suzuki.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *