SEBELUMNYA, mantan komentator MotoGP, Nick Harris, menyoroti beberapa bintang WorldSBK yang pernah mencoba peruntungan di MotoGP.
Pertarungan gelar Kejuaraan Dunia Superbike 2025 antara Toprak Razgatlioglu (ROKiT BMW Motorrad WorldSBK Team) dan Nicolo Bulega (Aruba.it Racing – Ducati) masih berlangsung sengit, namun antusiasme sudah mulai tumbuh menjelang kepindahan sang juara bertahan ke MotoGP pada tahun 2026.
Razgatlioglu telah menandatangani kontrak dua tahun untuk membalap bersama Prima Pramac Racing, dan Nick Harris pun mengulas apakah ‘El Turco’, julukan Toprak Razgatlioglu dapat meraih kesuksesan di arena Grand Prix.
Berikut ulasan Nick Harris disadur dari laman worldsbk.com.

Colin Edwards pernah bilang bahwa ia terlalu lama menunda kepindahan ke MotoGP. Tapi kalau melihat karier gemilang Cal Crutchlow, harapan itu tetap ada.
Crutchlow, pembalap asal Inggris, menjuarai World Supersport pada 2009 dan hanya satu musim di World Superbike.
Ia menang dua balapan dan jadi favorit untuk perebutan gelar di 2011, tapi ia tahu kesempatan MotoGP tak boleh dilewatkan. Hasilnya?
Karier MotoGP yang luar biasa dengan tiga kemenangan, lebih banyak dari juara WorldSBK manapun.
Timing Crutchlow sangat tepat, dan tampaknya Toprak Razgatlioglu juga memilih momen yang pas untuk langkah besarnya.
Berbeda dari Crutchlow, pembalap Turki berusia 28 tahun ini sabar menunggu tawaran yang benar-benar sesuai.
Dengan dua gelar dunia dan kemungkinan gelar ketiga di tangan, tawaran dari tim pabrikan Yamaha MotoGP datang di waktu yang sempurna.
Yamaha sedang bangkit, dan kabarnya akan hadir dengan mesin V-4 M1. Tahun depan akan jadi masa adaptasi bagi Toprak, sementara Yamaha terus mengembangkan motornya.
Setahun kemudian, angin bisa berbalik ke arah Razgatlioglu karena MotoGP akan beralih dari ban Michelin ke Pirelli, jenis ban yang selama ini jadi senjata andalannya di WorldSBK.
Jadi, apakah si “anak ajaib” dari Turki ini bisa sukses di tempat para juara besar sebelumnya gagal?
Duel Razgatlioglu vs Marquez
Sebuah duel yang bikin bulu kuduk merinding. Mungkin inilah saatnya kutukan 37 tahun itu benar-benar berakhir.
Menarik ditunggu dan tentunya sangat dinantikan oleh dunia bagaimana duel El Turco (Toprak) versus baby Alien (Marquez) terjadi di atas lintasan MotoGP musim 2026 nanti.
Namun, bagi Toprak, kepindahannya dari WorldSBK ke MotoGP adalah momen penting dan peluang fantastis di masa kejayaannya di dunia balapan roda dua saat ini.
Dalam benak Toprak mungkin dia menyimpan kata-kata ini, “Kesempatan tak datang dua kali, yang bijak tahu kapan harus berlari. Bila waktu dan tekad bersatu, sejarah pun bisa ditulis baru. Persetan dengan mitos kutukan!”.(*)







