MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID – Politeknik Maritim AMI Makassar (Polimarim) pada bulan September 2025 ini, merayakan Dies Natalis ke-62 tahun sejak berdiri pada 23 September 1963.
Perjalanan panjang lembaga pendidikan tinggi maritim yang beralamat di Jl Nuri Baru No 1, Makassar ini kian diperkuat dengan berbagai pencapaian signifikan dalam sembilan tahun terakhir.
Terutama sejak berubah lembaga dari Akademi Maritim Indonesia Veteran Makassar bertransformasi menjadi Politeknik Maritim AMI Makassar, di bawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Karya Dharma (YPTKD).
Sejak berubah kelembagaan berdasarkan Kepmenristek Dikti Nomor 128/KPT/I/2016 itu, kampus maritim ini menorehkan perkembangan pesat di bawah kepemimpinan direktur Dr Ir Amrin SE ST MM MAP CRP CIQA.
Polimarim dari sebelumnya mengelola 3 prodi, kini memiliki 9 program studi yang terdiri atas 4 Prodi D3, 4 Prodi D4, 1 Prodi S2 (Magister Terapan), serta persiapan pembukaan Prodi ke-10 yakni Pariwisata.
Kemudian untuk jumlah diklat kepelautan yang dulunya hanya 6 kini bertambah menjadi 11, sementara laboratorium juga berkembang pesat dari 6 menjadi 14 unit.
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia pun terlihat jelas. Jika sebelumnya hanya dimotori oleh 1 doktor, kini Polimarim sudah memiliki 12 dosen bergelar doktor dan sedang memfasilitasi 13 dosen lainnya dalam studi lanjut doktoral.
Selain itu, terdapat 4 profesor sebagai pendamping dan 10 tenaga ahli yang memperkuat bidang akademik serta riset. Jumlah dosen tersertifikasi juga melonjak dari hanya 5 orang kini menjadi 31 orang (bertambah 12 orang di tahuhn 2025).
Direktur Politeknik Maritim AMI Makassar, Dr Amrin menegaskan bahwa transformasi ini merupakan bukti keseriusan institusi dalam menjawab tantangan global sektor maritim.
“Polimarim hari ini bukan lagi seperti sepuluh tahun lalu. Kami hadir dengan semangat baru, fasilitas lebih lengkap, serta dosen yang semakin berkualitas,” ujarnya saat acara pelantikan Taruna-taruni Tahun Akademik 2025/2026.
“Semua ini kami lakukan untuk mencetak lulusan yang siap berkompetisi sesuai kebutuhan di dunia maritim nasional dan tentunya internasional,” tegas Amrin yang menjabat direktur sejak 2014 ini.
Pada kesempatan itu, Amrin juga mengingatkan para taruna-taruni baru agar tidak hanya membekali diri dengan kompetensi akademik, tetapi juga softskill, karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan.
“Pelantikan hari ini adalah awal perjalanan panjang kalian sebagai insan maritim. Jagalah integritas, teruslah belajar, dan tunjukkan bahwa lulusan Polimarim mampu bersaing di dunia global,” tambahnya.
Dengan capaian usia 62 tahun, Polimarim AMI Makassar optimistis dapat terus menjadi pionir dalam pendidikan vokasi maritim, berkontribusi mencetak sumber daya manusia unggul, serta mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. (*)







