Pelita Gelar Rakernas ke-5 di Makassar, Bahas Transformasi Menjadi Universitas Terapan

RAKERNAS PELITA - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-5 Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (Pelita) resmi dibuka di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/10/2026). (Dok Pelita Sulsel)

MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID — Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (Pelita) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-5 yang dibuka di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/10/2026).

Dihelat DPW Pelita Sulsel dengan menggandeng Politeknik Maritim AMI Makassar (Polimarim) sebagai tuan rumah, perhelatan akbar ini mengangkat tema besar mengenai penguatan ekosistem vokasi melalui transformasi kelembagaan politeknik menjadi universitas terapan atau Polytechnic University.

Tenaga Ahli Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof Dr-Ing Ir Nandy Setiady Djaya Putra IPU yang hadir membuka acara tersebut.

Hadir Ketua Umum Pelita Shalfi Andri SP MM, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sultanbatara yang diwakili Kabag Umum Dr Syahruddin ST MM serta pimpinan Politeknik swasta seluruh Indonesia.

Bacaan Lainnya

Direktur Polimarim AMI Makassar, Dr Ir H Amrin SE ST MT MM MAP CRP CIQA hadir bersama para wakil direktur dan sivitas akademi yang menjadi bagian dan kepanitiaan rakernas.

Sebelum membuka rakernas secara resmi, Prof Nandy Setiady mengungkapkan bahwa tema rakernas, yakni Penguatan Ekosistem Vokasi: Menyongsong Transformasi Politeknik Menjadi Universitas Terapan merupakan bentuk penguatan perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan terlatih.

“Transformasi yang dicita-citakan diharapkan bisa lebih memperkuat riset yang berdampak pada industri dan masyarakat. Untuk itu perlu sinergi antarperguruan tinggi,” ujar Prof. Nandy yang juga menjadi pemateri dalam sesi seminar yang dilaksanakan sebagai rangkaian rakernas.

Prof. Nandy berharap rakernas kali ini menghasilkan rekomendasi yang bisa mendorong terwujudnya transformasi politeknik menjadi universitas terapan, untuk selanjutnya disempaikan ke kementerian guna ditindaklanjuti

Ketua Umum Pelita, Shalfi Andri mengapresiasi rakernas yang dilaksanakan di Makassar. Terutama kepada Polimarim AMI yang bertindak selaku tuan rumah.

“Sejak dideklarasikan di Tegal pada 22 Mei 2022, Pelita sudah lima kali melaksanakan rakernas. Empat rakernas sebelumnya kita laksanakan di kampus. Tapi kali ini berbeda. Untuk pertama kalinya berlangsung di hotel. Ini menunjukkan bahwa kekompakan bisa terjalin dari sebuah event,” terang Shalfi Andri.

Atas dasar itu, Ketua Umum Pelita menyampaikan terima kasih kepada Polimarim AMI serta seluruh kampus politeknik yang ada di Sulawesi Selatan. “Semua politeknik yang ada di Makassar khususnya, dan Sulsel pada umumnya berkolaborasi menyukseskan rakernas kali ini,” ujarnya.

Shalfi menyebut, saat ini terdapat 230 politeknik swasta yang ada di Indonesia. Dari jumlah itu tercatat 106 yang sudah masuk menjadi anggota Pelita. Pihaknya masih terus menjalin komunikasi dengan politeknik lain yang belum terjangkau oleh Pelita hingga saat ini.

Direktur Polimarim AMI Dr Amrin menilai bahwa rakernas yang dilaksanakan di Makassar ini menjadi sebuah haraan bagi perguruan tinggi vokasi di tengah persaingan industri global. Ia pun mendorong terealisasinya peningkatan status politeknik menjadi universitas terapan.

RAKERNAS PELITA – Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (Pelita) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-5 di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/10/2026). (Dok Panitia Pelita Sulsel)

“Rakernas ini merupakan langkah nyata untuk memperluas mandat serta memperkuat institusi dengan menyelaraskan kurikulum antara dunia usaha dan industri.

“Sinergi kementerian, LLDikti dan Pelita sangat menentukan keberlanjutan dan perkembangan pendidikan vokasi di Indonesia. Khususnya dalam mendukung peningkatan status politeknik menjadi universitas terapan,” jelas Amrin.

Kepala LLDikti Wilayah IX Sultanbatara yang diwakili Kabag Umum, Dr. Syahruddin menilai bahwa transformasi politeknik menjadi universitas terapan merupakan agenda strategis yang patut dipertimbangkan.

Namun ia mengingatkan pentingnya kualitas tata kelola dan kemampuan menghasilkan inovasi untuk meningkatkan status menjadi universitas.

“Penting pula melakukan evaluasi terhadap tata kelola institusi agar ada keberlanjutan. Selain itu, perlu juga adanya peta jalan menuju transformasi agar lebih jelas. Yang tak kalah pentingnya adalah perubahan bentuk harus sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” kata Syahruddin.

Ketua Panitia Rakernas 5 Pelita Indonesia, Dr Muh Abduh Idris SKom MM mengungkapkan bahwa ada sejumlah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama 14-16 Oktober 2026.

Sehari sebelumnya, yakni Rabu (14/10/2026) malam, peserta rakernas dijamu oleh Pemkot Makassar dalam ‘welcome dinner’ di atas Kapal Pinisi yang berlayar di pesisir Pantai Losari.

Peserta juga dijadwalkan melakukan kunjungan kampus Polimarim AMI dan terakhir sebagai acara penutupan akan dilangsungkan di Pantai Indah Bosowa (PIB) Makassar.

Pelita akan menyampaikan rekomendasi yang dihasilkan dari pelaksanaan rakernas di Makassar untuk menjadi bahan bagi pemangku kepentingan dalam menentukan kebijakan ke depan.

Perkuat Sinergi Industri dan Jaga Mutu Tata Kelola

Prof Nandy dalam paparannya, menyebutkan perubahan bentuk kelembagaan ini diperlukan guna mengatasi ketimpangan struktural sekaligus mendongkrak proporsi mahasiswa vokasi di Indonesia yang saat ini baru menyentuh angka tujuh persen.

“Secara nasional, dari total 389 politeknik, sebanyak 84 persen di antaranya merupakan lembaga swasta dengan rata-rata jumlah mahasiswa yang masih kecil. Sebagian besar politeknik swasta tersebut bahkan masih berada pada status akreditasi C,” ujar Prof. Nandy di hadapan para pimpinan politeknik swasta dari seluruh penjuru tanah air.

Ia menambahkan, melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, politeknik sebenarnya telah mengantongi kewenangan menyelenggarakan program pendidikan mulai dari jenjang Sarjana Terapan hingga Doktor Terapan.

Kendati demikian, Guru Besar Teknik Mesin Universitas Indonesia (UI) tersbeut mengatakan, struktur jurusan dan sebutan pimpinan yang masih berupa direktur kerap membatasi ruang gerak serta kolaborasi internasional mereka.

Oleh karena itu, kementerian bersama pemangku kepentingan tengah mematangkan skema regulasi, baik melalui perluasan fungsi kelembagaan maupun transformasi penuh tanpa harus mengubah undang-undang.

RAKERNAS PELITA – Tenaga Ahli Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof Dr-Ing Ir Nandy Setiady Djaya Putra IPU menyampaikan materi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-5 di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/10/2026). (Dok Panitia Pelita Sulsel)

Dalam diskusi yang dipandu Wakil Direktur 4 Polimarim Dr Ir Anwar Tahir ST MT MM IPM ASEAN Eng tersebut, pemerintah sendiri telah menyiapkan sejumlah pilar penunjang, mulai dari peran regulator, penjamin mutu, pembina, hingga penyedia insentif berbasis kinerja.

Sebagai langkah persiapan peningkatan sumber daya manusia, sebanyak 100 dosen politeknik dipersiapkan mengikuti studi lanjut program doktor pada 2026, yang disokong lewat beasiswa khusus dan jalur percepatan PMDSU vokasi.

“Politeknik dalam pemaparan Prof Nandy, diingatkan pentingnya kehati-hatian agar transformasi ini tidak terjebak pada academic drift—yakni fenomena pergeseran misi inti seperti yang pernah terjadi pada alih status IKIP atau IAIN di masa lalu,” kata Anwar dalam kesimpulan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *