GOWA, SOLUSINEWS.ID – Sebanyak 830 taruna dan taruni Politeknik Maritim AMI Makassar mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Bela Negara Tahun 2026 di Markas Komando Resimen Induk Daerah Militer (Mako Rindam) XIV/Hasanuddin, Pakatto, Kabupaten Gowa.
Diklat Bela Negara tersebut bertujuan membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta jiwa nasionalisme calon sumber daya manusia maritim. Taruna-taruni bakal menjalani diklat selama lima hari, mulai 2-6 November 2026.
Pembukaan kegiatan berlangsung pada Senin (2/11/2026), melalui upacara yang dipimpin Wakil Komandan Rindam XIV/Hasanuddin Kolonel Infanteri Dannie Hendra.
Dalam kesempatan tersebut, Dannie membacakan amanat Komandan Rindam XIV/Hasanuddin Brigadir Jenderal TNI Budiawan Basuki.
Sebanyak 830 peserta dibagi ke dalam empat kompi, yakni Kompi A, B, C, dan D. Mereka akan menjalani serangkaian pendidikan dan pelatihan yang menggabungkan pembinaan fisik, mental, kedisiplinan, keterampilan dasar, serta pemahaman kebangsaan.
Dalam amanatnya, Danrindam XIV/Hasanuddin Brigjen TNI Budiawan Basuki menegaskan bahwa pendidikan dasar bela negara memiliki peran penting dalam mempersiapkan taruna memasuki lingkungan pendidikan tinggi vokasi maritim.
Program tersebut diharapkan membentuk peserta menjadi pribadi yang terampil, disiplin, bertanggung jawab, memiliki wawasan kebangsaan, serta kondisi jasmani yang baik.
“Pendidikan dasar Bela Negara ini memiliki makna dan tujuan yang sangat penting bagi para peserta dalam mengawali pendidikan. Kegiatan ini mempersiapkan diri menjadi mahasiswa taruna yang terampil, disiplin, bertanggung jawab, berwawasan kebangsaan, serta memiliki kondisi jasmani yang baik,” demikian amanat Danrindam yang dibacakan Kolonel Dannie Hendra.
Ia juga menekankan bahwa bela negara merupakan bagian dari pendidikan kewarganegaraan. Nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan melalui tanggung jawab terhadap bangsa dan negara serta sikap nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.
Para taruna diminta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh. Mereka juga diminta menaati petunjuk instruktur, pelatih, dan pembina selama kegiatan berlangsung.
Perkuat Karakter dan Kesiapan Taruna Maritim
Direktur Politeknik Maritim AMI Makassar, Dr. Ir. Amrin Pettarani, SE, ST, MT, MM, MAP, CRP, CIQA, menempatkan pendidikan bela negara sebagai bagian dari pembentukan karakter taruna sebelum memasuki dunia pendidikan dan profesi maritim.
Menurut Dr Amrin, kompetensi teknis di bangkuk perkuliahan perlu berjalan bersama dengan kedisiplinan, integritas, tanggung jawab, dan kesadaran kebangsaan.

“Melalui pendidikan dasar Bela Negara ini, kami ingin membentuk taruna yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik dan keterampilan kemaritiman, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, tangguh, serta bertanggung jawab,” ujar Amrin.
“Dunia maritim membutuhkan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” jelas doktor Administrasi Publik Universitas Negeri Makassar (UNM) ini.
Ia berharap pengalaman pendidikan di Rindam XIV/Hasanuddin menjadi bekal bagi para taruna dalam menjalani proses pendidikan di Polimarim AMI Makassar. Kerja sama dengan institusi TNI juga diharapkan memperkuat pembinaan karakter melalui sistem pelatihan yang terstruktur dan terarah.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi dan praktik lapangan. Materi tersebut meliputi Teknik Tempur Dasar (Nikpursar), Navigasi Darat (Navrad), mountaineering, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), dan Peraturan Penghormatan Militer (PPM).
Peserta juga mengikuti pembelajaran wawasan kebangsaan, yel-yel, survival, Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD), pencak silat militer, serta caraka malam. Rangkaian kegiatan ditutup dengan Api Semangat Bela Negara sebagai bagian dari pembinaan semangat kebangsaan dan kebersamaan antartaruna.
Materi-materi tersebut dirancang untuk melatih ketahanan fisik, kemampuan bekerja dalam kelompok, kepatuhan terhadap aturan, serta pengambilan keputusan dalam situasi tertentu. Latihan navigasi dan survival juga memberikan pengalaman dasar bagi peserta dalam menghadapi kondisi lapangan.
Danrindam XIV/Hasanuddin melalui amanatnya menyampaikan apresiasi kepada Direktur dan jajaran Politeknik Maritim AMI Makassar atas kepercayaan yang diberikan kepada Rindam untuk melaksanakan pendidikan dasar bela negara bagi para taruna.
Pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda yang memiliki kesadaran kebangsaan dan kesiapan mengabdi kepada negara.
Bagi Politeknik Maritim AMI Makassar, pembinaan karakter ini diharapkan menjadi fondasi dalam menghasilkan lulusan yang profesional dan mampu menghadapi tantangan sektor kemaritiman Indonesia. (*)







