SOLUSINEWS — STKIP Andi Matappa mengambil langkah progresif dalam mewujudkan pendidikan yang merata dengan meresmikan pembukaan dan pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD). Peresmian unit yang diberi nama SIAMASEI (Sentra Inklusi dan Advokasi Aksesibilitas Mahasiswa Disabilitas) ini dilangsungkan bertepatan dengan momentum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Berdirinya ULD SIAMASEI ini menjadi catatan prestasi tersendiri bagi STKIP Andi Matappa. Pasalnya, pembentukan unit ini terealisasi berkat dukungan Pemerintah melalui Hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. STKIP Andi Matappa berhasil membuktikan kualitasnya dengan menjadi salah satu dari 50 perguruan tinggi yang dinyatakan lolos dari ribuan pengusul di seluruh Indonesia.
Ketua Tim Pelaksana ULD STKIP Andi Matappa, A. Muh. Ramadhan AS, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya di hadapan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa baru, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Menurutnya, ULD merupakan wujud nyata dari visi kampus dalam menghadirkan ruang pendidikan yang setara.
“Penting bagi kita semua mengetahui bahwa ULD yang kita bentuk ini adalah bentuk terkabulnya doa dan keinginan kuat kita untuk mewujudkan kampus yang inklusif, ramah, dan memberikan kesempatan yang sama kepada semua mahasiswa, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas,” ungkap Ramadhan.
Lebih lanjut, Ramadhan memaparkan peta jalan dan fungsi utama dari ULD SIAMASEI ke depannya. Ia menekankan bahwa tujuan akhir dari pembentukan ULD ini adalah untuk menghadirkan program-program yang secara langsung memberikan layanan dan bantuan pemenuhan aksesibilitas dalam proses pembelajaran mahasiswa.
Tidak hanya itu, ULD juga akan berperan aktif dalam memberikan advokasi ketika mahasiswa penyandang disabilitas menghadapi hambatan, serta secara konsisten membangun lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan terbebas dari segala bentuk diskriminasi. Mengingat besarnya tanggung jawab tersebut, Ramadhan menyadari bahwa hal ini membutuhkan dukungan, konsistensi, dan pelaksanaan yang bertahap.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa unit ini harus berfungsi secara nyata, bukan sekadar simbolis. “Kami berharap ULD ini tidak hanya menjadi sebuah unit secara administratif, tetapi benar-benar hadir, bekerja, dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa penyandang disabilitas,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Ramadhan melontarkan ajakan kolaboratif kepada seluruh elemen civitas akademika STKIP Andi Matappa.
“Mari kita bersama-sama membangun STKIP Andi Matappa yang semakin inklusif, ramah disabilitas, dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap mahasiswa untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi. Mari kita sama-sama SIAMASEI,” pungkasnya.(*)







