SULAWESI Selatan tak pernah kehabisan pesona alam dan sejarah. Salah satu permata tersembunyi yang mulai mencuri perhatian adalah Leang Panning Park.
Salah satu obyek wisata alam di Kabupaten Maros ini terletak di Desa Wanua Waru, Kecamatan Mallawa. Lokasinya berjarak sekitar 100 km dari Kota Makassar yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam dengan kendaraan roda empat.
Destinasi ini bukan hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga nilai arkeologis yang mendunia.
Berikut 10 alasan mengapa Leang Panning Park wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda:
-
Situs Arkeologi Dunia “Rumah Besse”
Leang Panning adalah tempat ditemukannya rangka manusia purba berjenis kelamin perempuan yang oleh arkeolog diberi nama “Besse” serta memiliki DNA tertua di kawasan Wallacea.
Penemuan ini menjadikan gua tersebut sebagai situs arkeologi penting yang menarik perhatian ilmuwan internasional.

-
River Tubing dalam Gua Eksotik
Pengalaman menyusuri sungai sejauh 400 meter, termasuk 300 meter di dalam perut gua yang memberikan sensasi petualangan menarik. Aktivitas ini sangat digemari wisatawan yang mencari tantangan dan keunikan menyusuri aliran sungai dalam gua berdinding cadas.


-
Kalelawar dan Ornamen Gua
Nama “Leang Panning” berarti “gua kelelawar” dalam bahasa Bugis. Kawanan kelelawar menghuni gua ini. Mereka bisa dilihat langsung bertengger di atap gua Leang Panning pada siang hari.
Bukan itu saja, pada gua utama yang memiliki rongga lebih luas selebar lapangan futsal dan tinggi sekitar 25 meter, bisa dijumpai sejumlah ornamen gua berukuran besar dan kecil seperti stalagmit dan stalaktit.
Bahkan ada beberapa yang bentuknya unik dan eksotis di area mulut gua yang seringkali dijadikan latar spot foto wisatawan.

-
Villa dan Kafe
Leang Panning Park juga memiliki akomodasi penginapan berupa 3 unit villa yang bisa digunakan untuk wisata staycation sambil menikmati aktivitas wisata di kawasan tersebut.
Terdapat fasilitas bathroom di dalam villa serta kamar mandi/toilet di luar villa.
Selain itu, tak jauh dari lokasi villa, terdapat kafe bernuansa alam yang berada di atas puncak bukit dengan view perbukitan dan alam sekitar.
Kafe berlantai 2 ini bergaya rumah panggung tradisonal dengan model atap prisma yang khas. Di lantai atas memiliki ruang lebih luas dan terbuka yang bisa digunakan untuk pertemuan atau rapat komunitas.
Di samping kafe, terdapat sebuah gazebo teduh dan sejuk beratap ijuk yang bisa menampung hingga 10 orang. Gazebo ini selalu jadi favorit pengunjung kafe untuk bersantai seperti menikmati kopi panas dan pisang maupun sukun (bakara’) goreng.


-
Pendopo dan Aula
Bagi yang berwisata rame-rame atau rombongan baik dari komunitas maupun corporate, seperti acara family gathering atau studi tur, fasilitas pendopo bambu beratap daun rumbia ini sering dijadikan tempat kumpul atau menggelar acara.
Ukurannya luas berlantai semen dilengkapi sarana 3 unit toilet. Selain itu, di sampingnya terdapat sebuah bangunan rumah panggung besar dengan ruangan terbuka yang bisa menampung puluhan orang.
Rumah panggung atau hall ini bisa digunakan pengunjung untuk menginap maupun acara lain yang menampung banyak orang.


-
Wisata Edukasi Gula Aren
Di kawasan Leang Panning Park, pengunjung juga bisa melihat langsung proses pembuatan gula aren tradisional atau akrab disebut gula merah. Hal ini memberikan wawasan budaya lokal yang autentik dan interaktif dengan warga petani setempat.

-
Camping
Leang Panning Park memiliki sejumlah titik area yang bisa dijadikan lokasi camping (berkemah) dengan suasana pegunungan yang sejuk. Memasak dan membuat api unggun depan tenda camping akan menambah suasana lebih seru.
Aktivitas ini juga cocok untuk wisata keluarga, komunitas, atau solo traveler yang ingin menyatu dengan alam.


-
Fishing
Bagi yang hobi memancing, terdapat area memancing seru di Leang Panning Park. Terdapat 2 kolam (empang) yang menjadi lokasi memancing ikan nila dan ikan mas.
Ikan hasil pancingan pengunjung bahkan bisa diolah atau dibakar langsung di area memancing untuk disantap bersama rekan atau keluarga.
Di area ini juga terdapat beberapa gasebo yang bisa ditempati pengunjung berteduh atau beristirahat sambil menikmati view perkebunan warga dan perbukitan di sekitar kolam pemancingan.


-
Akses Mudah dan Mulus
Meski berada di kawasan pegunungan, akses menuju Leang Panning Park kini semakin baik.
Dari Makassar, perjalanan sekitar 2 jam dengan kendaraan pribadi atau sewaan yang melintasi poros Maros-Bone atau poros Camba, sangat mulus dan lebar.
Beberapa titik kemacetan yang sering terjadi di rute tersebut, kini telah teratasi karena jalan lebih lebar dan beraspal mulus.
Selain hadirnya elevated road atau fly over di Pattunuang, di Kecamatan Simbang, juga telah berfungsinya fly over terbesar di Sulsel yaitu jalan layang lingkar Tompo Ladang di Kecamatan Mallawa.
Dampaknya, perjalanan darat menuju Leang Panning Park kini makin lancar dan cepat.

-
Fasilitas Perlindungan Jasa Raharja
Leang Panning Park adalah salah satu destinasi wisata alam unggulan di Sulsel yang berkomitmen memberikan kenyamanan dan keamanan para wisatawan.
Olehnya, Leang Panning Park menggandeng kerjasama dengan Asuransi Jasa Raharja untuk menciptakan pengalaman wisata yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga aman.
Melalui program asuransi yang dirancang khusus tersebut, pengunjung akan mendapatkan perlindungan dari risiko kecelakaan selama perjalanan menuju lokasi maupun saat berada di area wisata.

Leang Panning Park bukan sekadar tempat wisata, tapi juga ruang belajar, petualangan, dan refleksi.
Perpaduan antara alam, sejarah, dan budaya menjadikannya destinasi yang tak hanya indah, tapi juga bermakna. Jadi, siap menjelajah jejak purba di jantung Sulawesi Selatan?
Untuk informasi lebih jauh tentang destinasi Leang Panning Park, Kamu bisa mengunjungi website resminya di www.leangpanningpark.id atau akun media sosial facebook Leang Panning Park dan TikTok @leangpanningpark.(*)







