MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mulai menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi banjir di musim penghujan.
Kepala BPBD Makassar, Muh Fadli, mengatakan pihaknya menyiapkan deteksi dini dan langkah cepat agar bencana tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian besar.
“Bencana pasti datang, hanya waktunya yang kita tidak tahu. Karena itu kita harus bergerak cepat, terutama menghadapi banjir tahunan seperti di Manggala,” ujar Fadli, Rabu (10/9/2025).
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD akan memasang tiga perangkat Warning System (WS) di sejumlah sungai utama, termasuk Sungai Tallo. Perangkat ini diharapkan memberi tanda bahaya lebih awal sehingga masyarakat bisa bersiap.
“Deteksi dini itu kunci utama. Kalau bisa tahu lebih cepat, langkah antisipasi bisa segera dilakukan. Prinsipnya, jangan hanya menghadapi bencana, tapi menyikapinya agar masyarakat tidak panik,” jelasnya.
Selain peralatan, BPBD juga memperkuat kapasitas 178 personelnya melalui peningkatan kemampuan teknis dan koordinasi lintas sektor. Fadli menegaskan jumlah personel cukup, namun pelatihan tetap diperlukan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan stakeholder kebencanaan, NGO, perangkat daerah, hingga masyarakat melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Makassar bisa tangguh bencana kalau semua pihak bersatu,” tegas Fadli.
Dari sisi logistik, BPBD tengah mengecek dan melengkapi peralatan penyelamatan sesuai instruksi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk menekankan kesiapan penuh menghadapi musim hujan tahun ini.
Saat ini, BPBD memiliki tiga pusat kesiapsiagaan (carester) di Kecamatan Ujung Tanah, Manggala, dan Tamalanrea untuk mempercepat mobilisasi saat bencana.(*)







