MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Makassar terus berupaya memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan melalui pembinaan pengelolaan perpustakaan sekolah.
Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan mengunjungi UPT SPF SMP Negeri 37 Makassar untuk memberikan pendampingan kepada pengelola perpustakaan sekolah, Sabtu, (25/4/2026).
Kegiatan pembinaan ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan dan tata kelola perpustakaan agar sesuai dengan standar, sekaligus mendorong perpustakaan menjadi pusat sumber belajar yang lebih optimal bagi peserta didik.
Dalam pembinaan tersebut, tim dari Dinas Perpustakaan memberikan berbagai masukan mengenai pengelolaan koleksi buku, penataan ruang perpustakaan, administrasi, hingga strategi meningkatkan minat baca melalui program-program literasi yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Kepala UPT SPF SMP Negeri 37 Makassar, Nurhadiawati, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran tim pembina menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan.
“Kehadiran tim dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Makassar menjadi dorongan bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar bagi peserta didik,“ ujar Nurhadiawati.
Ia juga berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat semakin memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah serta menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang nyaman, inovatif, dan mampu mendukung peningkatan prestasi siswa.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan satuan pendidikan sangat penting agar perpustakaan sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga menjadi ruang belajar yang aktif dalam menumbuhkan kebiasaan membaca, memperluas wawasan, dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Kegiatan pembinaan tersebut merupakan bagian dari komitmen Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Makassar dalam memperkuat ekosistem literasi di sekolah serta mencetak generasi yang gemar membaca dan memiliki daya saing di masa depan. (*)







