RIYADH, SOLUSINEWS.ID – Sepak terjang konglomerat dunia, Elon Musk, dalam mengakuisisi raksasa media sosial Twitter, tak lepas dari sokongan taipan Arab di timur tengah.
Dilaporkan terdapat dua perusahaan asal Qatar dan Arab Saudi yang turut berkontribusi sebagai investor bagi Elon Musk dalam kesepakatannya menguasai Twitter.
Disadur dari republika.co.id, dua perusahaan asal timur tengah itu adalah Kingdom Holding Company milik konglomerat sekaligus pangeran Saudi, Alwaleed bin Talal, dan Qatar Holding LLC, anak perusahaan dari Qatar Investment Authority.
Dari pengajuan sekuritas yang dibuat bos Tesla, Elon Musk, tersebut, telah mengumpulkan 7,1 miliar dolar AS dari 18 investor dalam upaya mengakuisisi twitter.
Dari jumlah itu, Alwaleed bin Talal menyumbang sekitar 35 juta saham Twitter atau senilai 1,9 miliar dolar AS.
Ciutan orang terkaya di Arab di akun twitternya semakin memperjelas sokongannya terhadap langkah bisnis Elon Musk menakhodai Twitter.
“Senang terhubung dengan Anda, teman “baru” saya (Elon Musk). Saya percaya Anda akan menjadi pemimpin yang sangat baik di Twitter,
untuk mendorong dan memaksimalkan potensi besarnya. Saya berharap menggulung 1,9 miliar dolar AS untuk Twitter yang “baru” dan bergabung dengan Anda dalam perjalanan yang seru ini,” bunyi ciutan Alwaleed bin Talal, seperti dikutip dari Middle East Eye, Jumat (6/5/2022).
Padahal, sebelumnya pada April 2022, Pangeran Alwaleed bin Talal mengatakan bakal menolak tawaran terbaik dan terakhir Musk untuk membeli 100 persen perusahaan seharga 43 miliar dolar AS.
Dengan adanya pembiayaan baru dari sejumlah investor tersebut, saham Musk yang akan digunakan sebagai jaminan di bawah margin loan pun menjadi lebih sedikit.
Harga saham Twitter meroket bulan lalu setelah Musk mengumumkan dia telah mengakuisisi sembilan persen saham di perusahaan itu sekaligus membuatnya menjadi pemegang saham terbesar.
Pangeran Al-Waleed bin Talal







