SINJAI, SOLUSINEWS.ID – Proyek pembangunan perbaikan Jembatan Balampangi di ruas jalan Sinjai – Kajang (Bulukumba) mangkrak di Desa Bua, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai.
Proyek Jembatan Balampangi ini merupakan kegiatan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2022.
Kondisi pekerjaan jembatan saat ini tak lagi berjalan dan terbengkalai. Padahal, pengerjaan jembatan Balampangi seharusnya rampung dalam jangka waktu 150 hari kalender atau sekitar 5 bulan dari tanggal mulainya kontrak pada 19 Juli 2022.

Berdasarkan keterangan papan proyek di lokasi tersebut, diketahui anggaran pengerjaan Jembatan Balampangi ini sebesar Rp 2.319.963.099.
Sumber dananya dari APBD Provinsi Sulsel TA 2022 melalui Dinas PUPR Sulsel.
Sementara kontraktornya tercantum CV Lajae Putra dengan konsultan PT Indo Pratama Sari.
Dampaknya, warga pengguna jalan masih harus melalui jembatan darurat.
Pada 3 November tahun 2021, Jembatan Balampangi ini rubuh sehingga tidak bisa dilintasi kendaraan.
Jembatan tersebut merupakan akses utama ke Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.
Selain itu akses melalui Jembatan Balampangi ini juga menjadi pilihan terdekat menuju obyek wisata Pantai Bira di Bulukumba.
Terkait kondisi proyek pengerjaan Jembatan Balampangi di Sinjai tersebut, pihak Dinas PUTR Sulsel yang dikonfirmasi menyatakan proyek tersebut telah putus kontrak.
“Penyedianya tidak bisa menyelesaikan. Insya Allah akan dilanjutkan,” terang Kabid PUTR, Irawan, Minggu (12/3/2023).(*)







