Meski demikian, Tika tak menyerah. Ia tetap gencar mempromosikan jualan produk kosmetik di tokonya melalui sosial media instagram @Tigamelatikosmetiklutim dan facebook “Tigamelatikosmetik Lutim”.
Bahkan, entah itu cuaca lagi hujan, ia kerap mengantar langsung produk kosmetik menggunakan motor ke rumah pelanggan dan pembelinya di sekitar Wotu dan Tomoni (Mangkutana).
Apalagi, pelanggannya biasa mau COD atau bayar di tempat. Bila lokasinya jauh dan pelanggannya mau diantarkan malam hari, kadangkal ia harus menyewa kurir.
“Dulu itu kalau pagi-pagi sebelum berangkat ke tempat kerja, saya antarkan dulu barang pesanan pelanggan.
Begitu juga kalau pulang kerja, saya pergi bawakan pesanan ke rumah pelanggan,” tuturnya.

Usaha Mulai Berkembang
Seiring waktu, tokonya pun mulai dikenal dan penjualan produknya mulai meningkat.
Keuntungan dari penjualan produk kosmetik, ia pakai kembali untuk menambah stok produk kosmetik di tokonya.
Setelah tiga bulan pertama berjalan, penjualan produk kosmetik di tokonya mulai meningkat. Usahanya sudah bisa menghasilkan omzet sekitar 10 juta dalam sebulan.
Belum cukup setahun, omzetnya pun sudah melebihi jumlah modal usaha membuka toko yang ia keluarkan sebelumnya.
Meski omzet penjualan tak menentu setiap bulan, namun kini dari hasil usaha toko kosmetiknya, Tika sudah bisa menghasilkan omzet sedikitnya Rp 50 jutaan dalam sebulan.
Dari hasil keuntungan atau profit dari usaha tokonya, ia manfaatkan untuk membantu kebutuhan orangtua dan saudara-saudaranya termasuk kelengkapan rumahnya.
Selain itu, Tika yang dulu hanya memiliki sepeda motor untuk mendukung usahanya, kini sudah mampu membeli satu unit mobil.
“Alhamdulillah, sebagian dipakai juga untuk renovasi rumah dan bisami jalan-jalan rekreasi bersama keluarga,” terangnya.

Rahasia Kapan Penjualan Meningkat
Dari pengalaman menjalankan bisnis toko kosmetik tersebut, Tika mengaku tidak ada momentum khusus tokonya ramai dikunjungi atau penjualannya meningkat.
Momen hari raya besar seperti lebaran Idul Adha atau idul Fitri, tahun baru, atau hari besar lainnya ternyata bukan jaminan permintaan produk jualannya pun banyak.
Namun, ada tiga hal yang ia tahu kapan jualannya selalu meningkat atau tokonya ramai dikunjungi. Apa tiga hal itu ?







