Dampak Pandemi Covid-19: Omzet Pengusaha Payment Point Online Turun Drastis

Griya Bayar
Komunitas pengusaha PPOB fun trip wisata di Rammang Rammang Maros, beberapa waktu lalu.

SOLUSINEWS.ID, SURABAYA — Dampak pandemi Covid-19 betul-betul terasa bagi masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia.

Realitas ini terlihat dari banyaknya perusahaan yang pada akhirnya harus membuat strategi baru untuk tetap bertahan dalam menjalankan usahanya.

Bahkan tidak sedikit perusahaan yang merumahkan karyawan hingga waktu yang tidak ditentukan, termasuk melakukan efesiensi anggaran operasional melalui berbagai pemangkasan.

Strategi tersebut mau tidak mau dilakukan perusahaan, apalagi omzet perusahaan sejak pandemi terjun bebas hingga 40 – 60%.

Bacaan Lainnya

Hal ini terungkap dari gathering yang dilakukan secara virtual oleh PT Magna Karsa Mulya, switching agreegator payment nasional, beberapa waktu lalu.

Pada pertemuan tahunan yang dilakukan virtual tersebut, 20 lebih collecting agent PT MKM dari seluruh Indonesia mengeluh terkait dampak Covid-19 yang begitu terasa.

Beberapa pelaku usaha di bisnis payment online ini mengatakan bahwa omzet mereka turun rata-rata hingga 40% bahkan ada yang 60%.

Penyebab penurunan omzet mereka dipengaruhi oleh kebijakan listrik gratis oleh pemerintah melalui PLN khususnya pelanggan 450 VA sebanyak 24 juta pelanggan dan subsidi R1 900 VA.

 

 

Termasuk listrik gratis untuk kategori pelanggan bisnis skala kecil (B1) dan Industri skala Kecil (I1) yang memiliki sambungan daya 450 VA, termasuk di antaranya 500 ribu pelanggan prabayar.

“Di sektor usaha ini, ada beberapa yang pada akhirnya terdampak mulai dari hilir ke hulu, yakni kolektor yang bersentuhan langsung dengan pelanggan secara door to door, loket pembayaran menetap dan mobile, colecting agent hingga switcing/agreegator, bahkan ada beberapa PPOB di pelosok desa penghasilan mereka turun hingga 80% karena pelanggan didaerahnya mayoritas 450 VA,” ujar Founder Solusi Bayar, Rudihartono, Kamis (15/10/2020).

Namun demikian, mereka berharap di Januari 2021 kondisi tersebut berangsur normal seiring dengan berakhirnya program pemerintah di Desember mendatang. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *