MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar melalui Tim Tenaga Cadangan Kesehatan–Emergency Medical Team (TCK-EMT) Komposit terus memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain pelayanan medis, tim memberikan pendampingan psikososial kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang masih mengalami trauma akibat gempa susulan. Kegiatan tersebut dilakukan melalui trauma healing dan edukasi di sejumlah sekolah di wilayah terdampak.
Anggota Tim TCK-EMT Komposit, Muhammad Kasbi, mengatakan kondisi anak-anak secara umum mulai berangsur pulih. Namun, sebagian masih merasa takut ketika gempa susulan terjadi, sehingga kegiatan belajar mengajar di beberapa lokasi masih dilakukan di luar gedung sekolah.
“Anak-anak beberapa masih trauma dan takut jika ada gempa susulan. Meskipun aktivitas belajar mengajar sudah dilaksanakan, tetapi sebagian masih dilakukan di luar gedung sekolah untuk mengantisipasi jika terjadi gempa susulan,” ujar Kasbi saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2026).
Tim TCK-EMT Komposit melaksanakan trauma healing dan edukasi di SD Inpres Ngalupolo serta SD Katolik Ngalupolo yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Ngalupolo. Pelayanan serupa juga dilakukan di Desa Reka melalui kegiatan kesehatan dan trauma healing bagi siswa SD Katolik Reka.
Selain pendampingan psikologis, tim memberikan pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan rawat jalan, skrining kesehatan dasar, pemantauan tanda vital, pelayanan kefarmasian, serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan pencegahan penyakit menular. Di Desa Wolokota dan Desa Kekasewa, Kecamatan Ndona, sedikitnya 138 warga terdampak gempa telah mendapatkan pelayanan kesehatan.
Dalam pelaksanaan tugas, tim menghadapi kondisi geografis berupa kawasan pegunungan dengan akses jalan yang cukup ekstrem sehingga membutuhkan kendaraan berpenggerak empat roda. Meski demikian, Dinkes Makassar melalui Tim TCK-EMT Komposit tetap menjangkau masyarakat di wilayah terdampak sebagai bagian dari upaya memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia selama masa pemulihan pascabencana.







