Dinkes Makassar Imbau Masyarakat Waspadai Penyakit Leptospirosis dan DBD di Musim Hujan

ilustrasi; beberapa anak warga Perumnas Antang Jl Ujung Bori, Kota Makassar, bermain di genangan banjir, Desember 2024.(redo/solusinews.id)

MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID – Jelang masuknya musim penghujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar senantiasa memberikan edukasi dan langkah antisipasi kepada masyarakat terhadap penularan penyakit di musim penghujan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Andi Mariani menyampaikan risiko penularan beberapa penyakit dapat meningkat di musim hujan, khususnya di wilayah rawan banjir di Kota Makassar.

Penyakit menular di musim hujan ini salah satunya adalah Leptospirosis yang umumnya muncul dalam tiga tahun terakhir. Salah satunya di wilayah Kelurahan Paccerakkang Kecamatan Biringkanaya.

Olehnya, Andi Mariani, masyarakat mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular di musim hujan yang biasa berasal dari bencana banjir dan genangan air.

Bacaan Lainnya

Ia menyebutkan penyakit Leptospirosis biasanya bersumber dari kencing tikus yang terkontaminasi dengan bakteri Leptospira yang terbawa pada genangan air. “Kalau ada luka di kaki maka itu akan langsung masuk ke manusia,” ungkapnya, Selasa (4/11/2025).

Gejala penyakit ini menyerupai penyakit umum lainnya di musim penghujan, yakni demam, air kencing orang yang terjangkit menyerupai warna air teh. Risiko leptospirosis bahkan bisa menyerang ginjal. Apalagi jika penanganan lambat dilakukan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Nursaidah Sirajuddin, menyampaikan, terkait risiko penyakit yang rawan muncul saat musim hujan, juga penyakit DBD.

Ia menyebutkan kasus DBD biasanya meningkat pada periode Oktober-Desember. Ia mengimbau masyarakat menerapkan gerakan 3M Plus sebagai upaya pencegahan.

3 M yaitu menguras tempat penampungan air minimal seminggu sekali, menutup rapat tempat penampungan air, serta mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air.

Sementara Plus ialah memelihara ikan pemakan jentik, nenggunakan lotion anti-nyamuk, memasang kelambu saat tidur, menggunakan obat anti nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *