MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) tahun 2023 ini yang ditarget rampung pada tahun 2024.
Rencana itu direspon positif anggota DPRD Kota Makassar Nasir Rurung tetapi ia menolak jika lokasi pembangunannya berada di Tello.
“Terkait rencana Pemkot bangun PLTS itu bagus dan perlu diapresiasi. Cuma untuk lokasi pembangunannya di tengah kota, di Tello, saya tidak setuju,” ungkapnya.
Nasir menjelaskan pembangunan PLTS di tengah kota akan memberikan dampak yang sangat besar seperti kemacetan hingga dampak lingkungan yang merugikan masyarakat.
“Kenapa PLTS tidak dibangun di TPA Antang? Ini sebenarnya logikanya sederhana, PLTS ini kan pembangkit listrik bertenaga sampah, pasti bahan bakunya dari TPA, jadi kenapa mesti dibangun di tengah kota yang jauh dari TPA,” urainya.
Nasir pun meminta agar Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengkaji ulang lokasi pembangunan PLTS itu.
“Pak Wali harus mengkaji ulang lokasinya. Karena pembangunan PLTS yang bukan pada tempatnya pasti akan menimbulkan masalah baru,” pungkasnya.
Sementara seorang warga Manggala bernama Imran mengaku sudah cukup sabar menghadapi bau dan macet puluhan tahun.
“Jangan lagi menambah beban masyarakat yang tinggal di sekitaran TPA Tamangngapa.
Jika pembangunan PLTSA di bangun di tengah kita, kami sebagai warga terpaksa menutup TPA dan minta untuk dipindahkan TPA di tengah kota,” ungkapnya.(*)







