Dukung Pencapaian SDG 3, Mahasiswa PBL I FKM Unhas Paparkan Hasil Seminar Akhir di Desa Mario Sidrap

SIDRAP, SOLUSINEWS.ID – Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL 1) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin Posko Desa Mario melaksanakan Seminar Akhir di Aula Kantor Desa Mario, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Pada seminar ini, mahasiswa peserta PBL 1 memaparkan hasil identifikasi, analisis, dan penetapan prioritas masalah kesehatan yang telah dilakukan sebelumnya pada kegiatan FGD bersama masyarakat dan juga tokoh berpengaruh.

Seminar akhir ini menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).

Berdasarkan data primer yang dikumpulkan melalui observasi lapangan, analisis situasi, wawancara terstruktur dengan Kepala Desa Mario, Bidan Desa Mario, Kader Kesehatan, Focus Group Discussion (FGD), serta survey rumah tangga meggunakan aplikasi KoboCollect, mahasiswa mengidentifikasi lima prioritas maslaah Kesehatan, yaitu Penyakit Tidak Menular (PTM), stunting, Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, dan rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS.

Hasil analisis prioritas masalah menggunakan metode PAHO kemudian dipaparkan dan didiskusikan bersama Pemerintah Daerah, Tenaga Kesehatan, Kader, serta Tokoh Masyarakat.

Koordinator Posko PBL 1 Desa Mario, Mohammad Andika Nugraha E. J. Danial, menjelaskan bahwa proses penentuan prioritas dilakukan berdasarkan hasil pengumpulan data dan kesepakatan Bersama masyarakat.

“Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode PAHO, kami menetapkan lima prioritas masalah kesehatan di Desa Mario. Setelah melakukan diskusi bersama Pemerintah Desa, Tenaga Kesehatan, Kader, dan Masyarakat melalui Seminar Akhir, disepakati bahwa tiga masalah yang menjadi prioritas utama adalah Penyakit Tidak Menular (PTM), stunting, Demam Berdarah Dengue (DBD). Hasil ini diharapkan menjadi dasar dalam penyusuna program kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Mario, “ ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Mario, H. Andi Maesur, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa FKM Universitas Hasanuddin yang telah melaksanakan proses identifikasi masalah kesehatan secara pertisipatif.

“Kami mengapresiasi kerja mahasiswa yang telah mengidentifikasi kondisi kesehatan masyarakat Desa Mario secara langsung. Hasil dan rekomendasi yang tersampaikan diharapkan dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Desa dalam merencanakan program kesehatan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program kesehatan desa, khususnya pada upaya

pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM), pencegahan stunting, dan pengendalian Demam Bedarah Dengue (DBD), sehingga mampu mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *