SOLUSINEWS.ID – Menteri BUMN Erick Thohir mengangkat salah seorang tokoh Gerakan Pemuda Ansor yaitu Rahmat Hidayat Pulungan sebagai salah satu Komisaris Independen PT Kimia Farma Tbk.
PT Kimia Farma Tbk perusahaan industri farmasi milik pemerintah Indonesia yang didirikan 16 Agustus 1971.
Perusahaan farmasi memiliki sejumlah anak perusahaan lagi yang meliputi pekerjaan memproduksi, memperdagangkan, hingga mendistribusikan produk-produk farmasi atau obat-obatan baik modern maupun tradisional.
Pengangkatan Rahmat Hidayat Pulungan sebagai komisaris independen Kimia Farma digelar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Agustus 2021.
Ia akan menjabat hingga RUPS Tahun Buku 2025. Komisaris independen yaitu anggota dewan komisaris dari luar perusahaan publik atau tidak terafiliasi dengan direksi, anggota dewan komisaris lainnya, dan pemegang saham pengendali.
Jabatan ini juga mendapat gaji dari pemerintah yang anggarannya berkisar 1 miliar lebih per tahun atau sekitar ratusan juta per bulan.
Sekilas Profil Rahmat
Rahmat adalah lulusan pendidikan Doktoral Manajemen SDM Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Ia juga menempuh pendidikan Magister Kependudukan dan Lingkungan Hidup di UNJ.
Sebelumnya ia sudah memiliki pengalaman beberapa kali menjabat komisaris pada BUMN.
Rahmat pernah menjabat sebagai Komisaris PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada tahun 2017-2021.
Lalu Komisaris PT Rekayasa Industri (2015-2017) dan Komisaris PT Berdikari (Persero) (2013-2015).
Di GP Ansor, Ramat pernah masuk bursa calon ketua umum pada Kongres XV GP Ansor tahun 2015 di Yogyakarta. Namun, ia mengundurkan diri.
Susunan Direksi
Menteri BUMN Erick Thohir juga merevisi nomenklatur dan direksi BUMN Kimia Farma yaitu sebagai berikut :
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama : Abdul Kadir
- Komisaris : Subandi Sardjoko
- Komisaris : Dwi Ary Purnomo
- Komisaris Independen : Rahmat Hidayat Pulungan
- Komisaris Independen : Kamelia Faisal
- Komisaris Independen : Musthofa Fauzi
Direksi
- Direktur Utama : Verdi Budidarmo
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Lina Sari
- Direktur Portofolio dan Pengembangan Bisnis: Jasmine Kamiasti Karsono
- Direktur Pemasaran dan Komersial : Imam Fathorrahman
- Direktur Produksi dan Supply Chain : Andi Prazos Direktur Umum dan Human Capital : Dharma Syahputra.(*)







