MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID — Momentum Wisuda Tahfidz Ranu Harapan Islamic School (RHIS) yang diselenggarakan di Hotel Claro, Makassar, pada Jumat (17/7/2026) lalu, meninggalkan rasa haru dan syukur yang mendalam bagi para orang tua murid.
Selain pembentukan karakter dan spiritualitas anak, kepedulian sosial yayasan terhadap akses pendidikan juga menjadi sorotan utama.
Ungkapan apresiasi tersebut salah satunya datang dari Sulastri Andriany, ibunda dari Najwaa Hudzaifah Arham (siswi kelas 8 SMP RHIS).
Sulastri yang memiliki dua orang anak menempuh pendidikan di RHIS, satu di antaranya baru saja lulus dari jenjang SMP. Dia pun membagikan pengalamannya saat diwawancarai pada Senin (20/7/2026).
Dari sisi pembentukan karakter, Sulastri merasakan perubahan sikap anak-anaknya yang semakin santun dan mampu menjaga etika dalam berkomunikasi di rumah.
“Perkembangan karakter kedua anak saya setelah bersekolah di RHIS sangat baik. Walaupun mungkin biasa tidak setuju dengan apa yang saya katakan, tapi mereka tetap mendengar tanpa mengeluarkan umpatan kasar, mereka tahu batasannya. Dari segi spiritual, alhamdulillah mereka tetap menjalankan sholat,” ungkap Sulastri.
Lebih lanjut, Sulastri menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya atas kedermawanan pihak sekolah RHIS. Menurutnya, RHIS memberikan ruang dan kemudahan nyata bagi keluarga dari kalangan menengah ke bawah untuk bisa mengenyam pendidikan swasta berkualitas.
“Selama ini kami sangat bangga dapat mengenal RHIS yang sangat dermawan, tidak ada sekolah lain yang memberi keringanan sama seperti yang RHIS berikan. Contohnya, gratis uang pangkal pada pendaftar pertama dan keringanan SPP, diberi pilihan sebagaimana kesanggupan kami,” tuturnya.
Atas segala kebaikan dan kemudahan yang telah dirasakan, Sulastri berharap RHIS dapat terus mempertahankan kebijakan yang inklusif dan peduli terhadap masyarakat ini di masa-masa mendatang.
“Harapan saya kepada RHIS agar tetap bisa memberikan keringanan kepada kami seperti kaum menengah ke bawah untuk dapat bersekolah di sekolah swasta seperti RHIS,” pungkasnya. (*)







