SOLUSINEWS.ID, SINJAI – Potensi usaha di bidang peternakan dan pertanian rasanya tak ada matinya. Apalagi, si Covid-19 dan pandeminya tak begitu memberi dampak terhadap usaha maupun investasi di bidang peternakan maupun pertanian.
Apalagi di Sulsel, memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang begitu melimpah untuk pengembangan di bidang pertanian dan peternakan. Salah satunya usaha ternak sapi.
Salah satu bukti, di Kabupaten Sinjai, tokoh masyarakat sekaligus pimpinan Pondok Pesantren (Pompes) Tahfizul Quran Wadi Mubarak, Abd Salam, mampu memanfaatkan peluang dari SDA di daerahnya dengan populasi sapi yang melimpah.

Abd Salam melihat peluang ini sehingga tak ragu untuk berinvestasi sapi potong. Apalagi, pemerintah setempat memang menggalakkan potensi sapi untuk menunjang kehidupan dan kesejahteraan masyarakatnya di bawah pemerintahan Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA).
Melalui investasi sapi potong di Sinjai, Abd Salam mengaku bisa meraup omzet hingga Rp 1 miliar lebih setiap tahun.
Dari omzet tersebut, Abd Salam pun mampu terus mengelola dan mengembangkan pesantren binaannya yang berlokasi di Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai.
Abd Salam mengaku awal mula dirinya terjun di usaha peternakan karena sejumlah kerabatnya memelihara ternak sapi namun mereka masih terkendala dalam pemasaran.
Bahkan, banyak sapi dibeli dengan harga murah oleh makelar sapi. Dari masalah itu, Abd Salam pun terorong untuk membantu dan mencari solusi dalam memasarkan sapi agar memberi manfaat bagi ternak sapi kerabatnya.
Salam kemudian turun memasarkan langsung ke daerah lain hingga ke ibu kota Makassar dengan cara membuka akses ke sejumlah instansi pemerintah dan swasta di Makassar.
Harapannya, sapi milik kerabatnya bisa dibeli dengan harga yang ideal. “Tahun pertama hanya beberapa ekor sapi saya angkut ke Kota Makassar karena hanya untuk kebutuhan hewan kurban,” ungkapnya, Sabtu (28/11/2020).
Tahun kedua, Salam mulai mendapat banyak permintaan sapi dari sejumlah relasi dan instansi di Kota Makassar.
Apalagi, sebagian besar konsumennya mulai percaya dan menyukai kualitas daging sapi asal Sinjai yang juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dijual.
Salam pun mendapat kepercayaan dari kerabat dan masyarakat peternak sapi di wilayah Kecamatan Sinjai Selatan memelihara dan memasarkan sapi.
Hingga kini, usaha ternak sapi milik Salam terus berkembang. Bahkan, ia bisa mengirim sapi potong ke Makassar hingga 150 ekor tiap tahun dengan omzet penjualan mencapai Rp 1 miliar.
“Itu karena sapi-sapi kita bagus dagingnya, dijamin oleh petugas hewan setiap kecamatan. Ini membuat masyarakat konsumen percaya kalau sapi dari Sinjai memang berkualitas,” terangnya.
Apalagi, hal itu didukung oleh program Pemkab Sinjai yang memberikan bibit sapi kepada masyarakat peternak sehingga potensi pengembangan ternak sapi makin terbuka dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani di Sinjai.(*)







