SOLUSINEWS.ID, JOGJAKARTA. Potensi wisata yang dimiliki kawasan Leang Panning sebagai bagian dari Hkm (Hutan Kemasyarakatan) Langi KPH Bulusaraung, terus mendapat perhatian dari pemerintah.
Setelah mendapatkan izin pemanfaatan hutan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup tahun ini, Hkm Langi yang berada di dataran tinggi Kabupaten Maros yakni Desa Wanua Waru yang berbatasan langsung dengan kawasan wisata pinus Bulu Tanah Bone, oleh pihak KLHK kini menjadi KTH yang terus didorong agar bisa lebih berkembang dalam pemanfaatan hutan berdasarkan izin yang diberikan.
Wujud dari perhatian KLHK , KUPS Jasa Lingkungan Hkm Langi diikutkan dalam pelatihan pemandu wisata alam yang bertempat di Hotel The Alana Jogjakarta 17-18 September 2024.
Ketua KUPS Leang Panning, Rudihartono mengucapkan terima kasih kepada KLHK khususnya KPH Bulusaraung atas kesempatan yang diberikan kepada KUPS Leang Panning dalam menambah wawasan terkait pengembangan pariwisata melalui pemanfaatan hutan.

Keberangkatan KUPS Leang Panning didampingi oleh pihak KPH Bulusaraung, yakni Kepala KPH Sukri, SP.,M.Si. dan Firsda Palma yang merupakan penyuluh kehutanan sekaligus pendamping Hkm Langi.
Leang Panning sendiri adalah destinasi wisata baru di Sulsel yang saat ini menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan, baik wisnu maupun wisman ketika berkunjung ke Sulawesi Selatan.
Pasalnya di lokasi ini, wisatawan dapat menikmati berbagai macam atraksi wisata seperti river tubing dalam gua sepanjang 300 meter, susur gua, wisata sejarah melihat kuburan Besse yg berusia lebih dari 7.300 tahun, hiking, climbing, offroad, hingga wisata edukasi pembuatan gula merah, penyulingan nilam hingga budidaya lebah trigona.







