MAROS, SOLUSINEWS.ID — Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk “Pembuatan Sistem Informasi Arah dan Identitas Wilayah Desa melalui Pemasangan Poster Kontak Darurat dan Papan Penunjuk Arah Fasilitas Umum” di Desa Bonto Mate’ne, Maros.
Program yang menjadi bagian dari fokus tematik Infrastruktur/Pekerjaan Umum tersebut dilaksanakan pada 22 Juli hingga 3 Agustus dan dikoordinasikan oleh Ahmad Wahyudin.
Program ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memudahkan masyarakat dan pendatang dalam memperoleh informasi mengenai arah serta lokasi fasilitas penting di Desa Bonto Mate’ne.
Keberadaan informasi arah diharapkan dapat membantu masyarakat menemukan lokasi tujuan dengan lebih mudah tanpa harus bergantung sepenuhnya pada informasi dari warga sekitar.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari observasi dan survei lokasi, koordinasi dengan Pemerintah Desa Bonto Mate’ne, penentuan titik pemasangan dan arah, perancangan desain, persiapan bahan, proses pembuatan, hingga pemasangan papan petunjuk.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyesuaikan informasi yang dicantumkan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi lokasi di lapangan agar papan yang dihasilkan dapat berfungsi sebagai media informasi yang mudah dikenali dan digunakan.
Hasil kegiatan berupa dua unit tiang papan petunjuk yang dipasang pada dua lokasi berbeda. Papan tersebut memuat informasi arah menuju Kantor Desa Bonto Mate’ne, Bentenge, SDN 234 Barambang II, dan SMPN 16 Mandai.
Selain papan petunjuk, program ini juga menghasilkan poster kontak darurat yang memuat informasi nomor layanan penting sebagai media rujukan bagi masyarakat ketika membutuhkan informasi atau bantuan dalam kondisi tertentu.
Kepala Desa Bonto Mate’ne, H. Sahrul, mengapresiasi pelaksanaan program yang dilakukan mahasiswa KKN-T 116 Unhas. Ia menilai keberadaan papan petunjuk dapat memberikan manfaat bagi masyarakat karena informasi mengenai lokasi penting dapat dilihat secara langsung di lingkungan desa.
“Kami mengapresiasi program yang dilakukan mahasiswa KKN-T 116. Papan petunjuk ini dapat membantu masyarakat maupun orang dari luar desa untuk mengetahui arah menuju lokasi-lokasi penting. Kami berharap fasilitas yang sudah dibuat dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik,” ujar H. Sahrul.
Hal senada disampaikan Ketua BPD Bonto Mate’ne, Abd. Azis, S.H. Menurutnya, keberadaan papan informasi menjadi salah satu fasilitas sederhana yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Program seperti ini cukup membantu masyarakat karena informasi arah dapat diketahui dengan lebih mudah. Kami berharap papan yang sudah dipasang dapat terus dipelihara sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan selama mahasiswa KKN berada di desa, tetapi juga dapat digunakan seterusnya,” ungkap Abd. Azis, S.H.
Program tersebut juga memiliki keterkaitan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). Pembuatan dan pemasangan papan petunjuk mendukung SDGs 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya melalui penyediaan infrastruktur informasi sederhana yang dibuat berdasarkan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.
Program ini juga sejalan dengan SDGs 11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, karena keberadaan papan petunjuk dapat mendukung lingkungan desa yang lebih tertata, informatif, dan mudah diakses oleh masyarakat maupun pendatang.
Sementara itu, poster kontak darurat memiliki keterkaitan dengan SDGs 16 Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui penyediaan informasi mengenai layanan penting yang dapat membantu masyarakat mengetahui kontak yang dapat dihubungi ketika membutuhkan bantuan.
Pelaksanaan program yang melibatkan mahasiswa KKN-T 116 Unhas, Pemerintah Desa Bonto Mate’ne, BPD, dan masyarakat juga mencerminkan semangat SDGs 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan fasilitas yang dapat dimanfaatkan bersama.
Melalui program ini, KKN-T 116 Unhas berharap papan petunjuk dan poster kontak darurat yang telah dihasilkan dapat terus dimanfaatkan serta dipelihara oleh pemerintah desa dan masyarakat.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bagian dari kegiatan KKN, tetapi dapat menjadi fasilitas informasi yang memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat Desa Bonto Mate’ne.







