PALOPO, SOLUSINEWS.ID – Kota Palopo mendapat alokasi 200 penerima manfaat Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 dari pemerintah pusat. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat meningkatkan kualitas rumah menjadi lebih layak huni.
Program BSPS merupakan salah satu program nasional yang mendorong pembangunan rumah secara swadaya dengan dukungan stimulan dari pemerintah.
Kepastian tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan koordinasi yang digelar Pemerintah Kota Palopo bersama pihak terkait, Selasa (7/7/2026).
Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus mendukung penanganan rumah tidak layak huni di Kota Palopo.
Wali Kota Palopo Naili Trisal menyampaikan apresiasi atas alokasi bantuan yang diberikan kepada daerahnya. Menurutnya, bantuan tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat penerima agar kualitas tempat tinggal mereka semakin baik.
“Kami bersyukur Kota Palopo kembali mendapatkan alokasi Program BSPS. Ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki rumah yang lebih layak huni. Saya berharap seluruh proses pelaksanaannya berjalan tepat sasaran dan sesuai ketentuan,” ujar Wali Kota.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Palopo akan terus mengawal pelaksanaan program tersebut mulai dari proses pendataan hingga pelaksanaan pembangunan agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Selain memperbaiki kondisi rumah warga, program BSPS juga diharapkan mampu mendorong semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, penerima bantuan berperan langsung dalam pembangunan rumah sehingga kualitas hunian meningkat sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Pemerintah Kota Palopo juga mengimbau seluruh penerima manfaat agar mengikuti seluruh tahapan pelaksanaan program sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Dengan demikian, bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mewujudkan rumah yang aman, sehat, dan layak huni bagi masyarakat. (*)







