
SIDRAP, SOLUSINEWS.ID – Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) I Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin melaksanakan Seminar Akhir PBL I di Desa Rijang Panua, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian Praktik Belajar Lapangan yang telah dilaksanakan melalui pengumpulan data primer dan data sekunder, analisis situasi kesehatan masyarakat, hingga penyusunan program intervensi berdasarkan kebutuhan dan potensi masyarakat desa.
Seminar Akhir dihadiri oleh Camat Kulo, Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Kulo, Kepala Desa Rijang Panua beserta perangkat desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta mahasiswa PBL I Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Desa Rijang Panua yang menyampaikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa selama melaksanakan PBL I serta berharap hasil pemaparan dan program intervensi yang telah disusun dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi solusi bagi permasalahan kesehatan di Desa Rijang Panua.
Dalam sambutannya, Camat Kulo mengapresiasi pelaksanaan PBL I yang telah menghasilkan data primer dan data sekunder sebagai dasar penyusunan program intervensi.
Ia berharap hasil analisis yang telah dilakukan mahasiswa dapat melahirkan program yang sesuai dengan prioritas masalah kesehatan dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, “Semoga melalui praktik belajar anak-anak kita ini dapat menjawab semua masalah-masalah kesehatan yang ada di Kec Kulo khususnya di Desa Rijang Panua ini melalui program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat kita”. Ujar sekretaris camat Kec.Kulo.
Senada dengan hal tersebut, Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Kulo menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader, dan masyarakat dalam mewujudkan program kesehatan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Pada sesi pemaparan, mahasiswa mempresentasikan hasil pelaksanaan PBL I yang meliputi gambaran umum kegiatan, proses pengumpulan data primer dan data sekunder, hasil analisis situasi kesehatan masyarakat, serta hasil Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat.
Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode PAHO (Pan American Health Organization), diperoleh lima prioritas masalah kesehatan di Desa Rijang Panua, yaitu hipertensi, diabetes melitus, kolesterol, gastroesophageal reflux disease (GERD), dan diare.
Kelima prioritas tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan program intervensi yang dirancang bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Program intervensi yang disusun berfokus pada upaya promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan.
Selain mendorong pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, program yang dirancang juga memperhatikan upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan, khususnya diare, melalui penguatan perilaku hidup bersih dan sehat serta pentingnya penerapan sanitasi yang baik.
Hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) yang berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat serta SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) yang menekankan pentingnya akses terhadap air bersih dan sanitasi yang aman sebagai bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang sehat.
“Kegiatan PBL I ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bersama masyarakat dalam mengidentifikasi permasalahan kesehatan dan menyusun solusi yang sesuai dengan kebutuhan desa. Kami berharap program intervensi yang telah disusun dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Desa Rijang Panua dan UPT Puskesmas Kecamatan Kulo dalam merancang program kesehatan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Koordinator Desa PBL I Desa Rijang Panua.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung aktif. Berbagai masukan dan saran dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, puskesmas, kader kesehatan, serta tokoh masyarakat menjadi penyempurna terhadap program intervensi yang telah dipaparkan.
Melalui Seminar Akhir PBL I ini, diharapkan rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya menjadi luaran akademik mahasiswa, tetapi juga dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Desa Rijang Panua dan UPT Puskesmas Kecamatan Kulo dalam menyusun program kesehatan yang lebih efektif, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi yang telah terjalin selama pelaksanaan PBL I diharapkan dapat terus berlanjut sebagai wujud komitmen bersama dalam mendukung pencapaian SDGs di tingkat desa. (*)







