Maroko Mengukir Sejarah di Piala Dunia 2022

Pelatih Timnas Maroko, Walid Regragui, diangkat ke udara oleh tim dan ofisialnya usai timnya mengalahkan tim Portugal di Piala Dunia Qatar 2022.(yahoo),

TIMNAS Maroko dalam perjalanan membuat sejarahnya sendiri. Ya, di pentas perhelatan Piala Dunia 2022 Qatar, skuad negeri Maghribi Ini baru saja membuat sejarah baru.

Maroko menjadi negara Afrika pertama bisa tembus semifinal World Cup. Tentu saja pencapaian yang luar biasa.

Gol tunggal Maroko yang dilesakkan penyerang tengah Youssef En-Nesyri pada menit ke-42 tak mampu dibalas Portugal hingga peluit akhir.

Ketika para pemain tim berjuluk The Atlas Lions ini bersorak, pemain veteran Portugal Cristiano Ronaldo sudah berjalan di lorong menuju ruang ganti sambil menangis.

Bacaan Lainnya

Maroko menjalani debut di pentas Piala Dunia pada tahun 1970 dan hasil terbaiknya adalah pada tahun 2022 ini. Setelah ini, tentu saja lolos hingga final serta men jadi juara, adalah misi selanjutnya.

Mereka punya peluang. Perjalanan mereka hingga semi-final, bukan melulu karena keberuntungan setelah mengalahkan Spanyol dalam tos-tosan di 16 besar.

Simak bagaimana mereka menjadi juara grup F dengan di antaranya mengalahkan tim bertabur bintang, Belgia dengan skor 2-0. Mereka belum pernah kalah dan hanya kebobolan sebiji gol saja.

Yang menarik dari skuad tim berjuluk Singa Atlas ini jika kita menengok para pemainnya. Ya, mayoritas adalah imigran yang bermain di liga-liga top Eropa.

Sebut saja nama-nama Achraf Hakimi (PSG), Hakim Ziyech (Chelsea), Noussair Mazraoui (Bayern Muenchen), Sofyan Amrabat (Verona),

Amine Harrist (Marseille), Youssef En-Nesyri (Sevilla FC) hingga kiper mereka Yassine Bounou (Sevilla FC).

Sekali lagi, skuad Maroko mayoritas pemain imigran. Orang yang lahir dan besar bukan di Maroko. Pemain-pemain ini memperkuat timnas negara kelahiran ayah ibu, nenek moyang mereka. Mirip-miripnya naturalisasi.

Dan yang selalu unik dari Maroko, setiap selesai laga, para pemain menyalami dan mencium ibunya. Hakim Ziyech, Achraf Hakim selalu melakukannya sejak laga pertama. Bahkan dilakukan pelatihnya sendiri, Walid Regragui.

Bagaimana laga berikutnya? Perancis bakal menjadi lawan mereka di semifinal. Berat sudah pasti. Apalagi lawannya juara bertahan. Tapi tidak ada yang tidak mungkin. Lanjutkan kejutan kalian Maroko!(*)

written by : Arif Uddin Usman

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *