GUNUNG BAWAKARAENG adalah salah satu pasak bumi di Pulau Sulawesi. Gunung ini bukan hanya tempat pendakian, tetapi juga memiliki nilai ekologis, budaya, dan spiritual yang kuat bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
Gunung yang namanya diartikan ‘mulut Raja/Tuhan’ ini berada di wilayah Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kerap meningalkan kerinduan di benak para pendakinya.
Pendaki usia muda akan selalu tertantang untuk menjejaki puncak gunung dengan ketinggian sekitar 2.830–2.840 mdpl ini. Satu kali rasanya belum cukup hingga bisa mengulanginya beberapa kali.
Sementara yang tua, yang pernah memuncakinya, dan sekian banyak purnama tak lagi menapakinya, kini hanya bisa mendaki kenangan dan cerita bersamanya.
Berada di puncak, di bawah langit biru dihias awan berarak putih, meninggalkan rindu dan tanya “kapan lagi bisa kesana?”. Rasa yang pernah ada, tinggal bersemayam di gunung ini yang sewaktu-waktu hadir membisikkan ajakan untuk bernostalgia lagi.
Di usia yang tak lagi muda, dikala hasrat duniawi tak lagi begitu bernilai untuk dikejar, atau rasa mapan telah mengisi hidup, muncullah keinginan untuk ‘kembali’ dekat dengan alam. Di momen itu, wajah Gunung Bawakaraeng kerap terbayang.
Bagi yang dulu hobi mendaki dan pernah mendaki Gunung Bawakareng, dan kini telah berusia 40 tahunan tapi berkeinginan melakukan pendakian lagi, ada baiknya mempersiapkan diri dengan matang. Salah satu hal penting untuk dipersipkan adalah kondisi fisik.
Untuk mempersiapkan kondisi fisik yang baik sebelum melakukan pendakian di usia ini, butuh waktu dan latihan yang konsisten. Minimal 2 bulan (8 minggu).
Secara umum, latihan fisik yang perlu dilakukan cukup 3 hingga 5 kali per-minggu untuk mengasah kardio, kekuatan, dan melakukan simulasi hiking.
Berikut perencanaan program latihan mingguan yang dapat Anda lakukan selama 8 minggu (2 bulan) untuk mempersiapkan kondisi fisik yang baik sebelum melakukan pendakian Gunung Bawakaraeng:
Pekan 1–2
- Jalan cepat/lari 30 menit (3 kali sepekan)
- Melakukan squat, lunges, dan step-up (3 set × 12 repetisi)
- Melakukan plank, bridge, superman pose (3 set × 30 detik)
- Simulasi hiking dengan melakukan naik turun tangga 15–20 menit dengan ransel kosong
Pekan 3–4
- Lari/jalan cepat 40 menit dengan variasi cepat–lambat.
- Tambahkan dumbbell ringan (5–7 kg) pada squat/lunges.
- Simulasi hiking dengan membawa ransel isi 5 kg, naik turun bukit / tangga selama 30 menit.
- Melakukan hiking lokal 2–3 jam di akhir pekan
Pekan 5-6
- Lari/jalan cepat 60 menit (2 kali sepekan)
- Deadlift ringan, step-up dengan beban, push-up
- Simulasi hiking: Membawa ransel isi 7–10 kg, hiking 3–4 jam
Pekan 7
- Hiking 5–6 jam dengan ransel isi 10 kg
- Jalan cepat 30 menit (2 kali sepekan)
- Squat, lunges, plank
- Camping singkat (bermalam di tenda untuk adaptasi)
Pekan 8
- Latihan ringan jalan cepat 20–30 menit (2 kali sepekan)
- Stretching atau yoga/senam
- Simulasi hiking ringan (membawa ransel isi 5 kg durasi 1–2 jam)
- Istirahat cukup dengan tidak melakukan latihan berat. Biarkan tubuh rileks dan siap untuk pendakian.
Pekan 9–10
Pastikan tidur cukup, sarapan bergizi. Siapkan dan bawa perlengkapan standar / safety untuk pendakian.
—
Dengan program persiapan ini (8 minggu/pekan), tubuh Anda akan terbiasa menghadapi jalur panjang, beban ransel, dan udara tipis di Gunung Bawakaraeng.
Perlu diperhatikan pula melatih manajemen energi saat berlatih dan saat pendakian juga penting seperti berjalan dengan ritme stabil, tidak terlalu cepat di awal. Seperti kata pepatah ” biar lambat asal selamat”.
Selain itu, waktu luang selama persiapan fisik dapat diisi dengan belajar atau latihan navigasi dasar menggunakan peta atau aplikasi GPS agar dapat membaca jalur pendakian.
jangan lupa memperhatikan asupan menu makanan bergizi yang bisa mendukung program latihan fisik sebelum mendaki. Konsumsi makanan berenergi/karbohidrat kompleks, mengandung protein, dan sayur mayur. Hindari makanan berminyak berlebihan dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol.
Jika perlu, cek kesehatan ke dokter sebelum memulai program latihan intensif dan juga sebelum melakukan pendakian.
Gunung Bawakaraeng dikenal memiliki jalur panjang dengan tanjakan curam, serta cuaca yang bisa berubah drastis.
Di usia 40 tahunan, bukanlah halangan untuk mendaki dan mencapai puncak. Fokuslah pada keseimbangan latihan fisik dan pemulihan, terutama mental. Have a nice day dan selamat mencoba!(*)







