MAKASSAR, SOLUSINEWS — Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes., menegaskan komitmen Pemkot Makassar dalam memperluas Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) Klaster 2 untuk menjamin kesinambungan layanan (continuum of care) bagi ibu dan anak.
Nursaidah menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam Dialog ILP Series #13 bertajuk “Continuum of Care Klaster Ibu dan Anak” yang berlangsung secara daring oleh Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan RI, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang menghadirkan sejumlah pejabat dan pimpinan lingkup Kemenkes serta dinas kesehatan kota/kabupaten ini berfokus membahas Implementasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) pada Klaster 2 (Ibu dan Anak).
Diskusi tersebut bertujuan memastikan kesinambungan pelayanan (continuum of care) dari tingkat Puskesmas hingga ke jejaring bawah (Posyandu) berdasarkan praktik baik di berbagai daerah.
Strategi Pelayanan ILP pada Kesehatan Ibu dan Anak
Dalam forum ini, dr. Nursaidah Sirajuddin memaparkan materi tentang Praktik Baik (best practices) Perluasan dan Penguatan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) di Kota Makassar, khususnya pada Klaster 2 yang berfokus pada kesehatan ibu dan anak (KIA).
Penerapan ILP Klaster 2 di Kota Makassar menitikberatkan penataan alur pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup secara terintegrasi. Layanan ini mencakup seluruh tahapan penting, mulai dari pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care/ANC), persalinan, pelayanan masa nifas, kesehatan neonatal esensial, hingga pemantauan tumbuh kembang anak (SDIDTK/MTBS) serta imunisasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes., menegaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan primer di Makassar telah menyiapkan diri untuk mewujudkan komitmen ini.
“Kami telah menggerakkan 47 Puskesmas di seluruh Kota Makassar untuk mengimplementasikan konsep ILP secara menyeluruh. Tujuannya adalah memastikan adanya kesinambungan pelayanan (continuum of care) dari tingkat Puskesmas hingga jejaring terdepan seperti Pustu dan Posyandu,” ujar dr. Nursaidah.
Kesetaraan Akses Kesehatan di Kepulauan
Selain memperkuat area daratan, Dinas Kesehatan Kota Makassar juga menaruh perhatian besar pada kesetaraan akses bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Melalui penerapan strategi khusus di wilayah kepulauan, seperti pada Puskesmas Pulau Kodingareng, Pemkot Makassar menjamin masyarakat pesisir dan pulau mendapatkan mutu layanan ibu dan anak yang setara dengan wilayah daratan.
Langkah penguatan ILP di Makassar juga memperoleh dukungan dari optimalisasi Pemantauan Wilayah Setempat (PWS). Memanfaatkan data kesehatan terintegrasi dan kolaborasi aktif antara petugas Puskesmas, Pustu, serta kader Posyandu, tim di lapangan secara proaktif melacak dan menjangkau ibu hamil serta balita yang tidak rutin memeriksakan kesehatan.
Lebih lanjut, pengelola program mengoneksikan langsung integrasi skrining pada Klaster 2 ini dengan program prioritas nasional, termasuk penapisan stunting dan pelacakan kontak erat untuk percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) di tingkat keluarga.
Dinas Kesehatan Kota Makassar berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan ILP guna mewujudkan masyarakat Kota Makassar yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, dr. Maria Endang Sumiwi, MPH, membuka Dialog ILP Series #13 ini dengan memberikan sambutan.
Selain Kepala Dinkes Makassar dr. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes, hadir pula narasumber lainnya yaitu dr. Lovely Daisy, MKM (Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga, Kemenkes), Dr. dr. Mochamad Abdul Hakam, Sp.PD, FINASIM (Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang), dan dr. Suryanita Atinirmala Listiahadi (Pj. Klaster 2 Puskesmas Jabon).(*)







