Profil dan Sejarah Saudi Aramco, Perusahaan Minyak Terbesar Dunia

ilustrasi pengeboran minyak (getty images)

Pada tanggal 31 Januari 1944, nama CASOC pun berubah menjadi Arabian American Oil Co (Aramco).

Sejumlah perusahaan minyak dunia di Eropa pun berbondong bonding membeli saham Aramco seperti perusahaan produsen minyak otomotif, Standard Oil of New Jersey (kini Exxon) dan Socony Vacuum (Mobil).

Pada tahun 1949, Aramco masuk ke wilayah Emirat Abu Dhabi yang memicu konflik perbatasan antara Abu Dhabi versus Arab Saudi.

Namun, pada tahun 1950, penguasa Arab Saudi Raja Abdulaziz saat itu, mengancam akan menasionalisasi fasilitas minyak yang ada di negaranya.

Bacaan Lainnya

Akhirnya Aramco setuju untuk menyerahkan 50 persen labanya ke pemerintah Arab Saudi.

Lambat laun di era 1970-an, kepemilikan Aramco akhirnya berada di tangan pemerintah Arab Saudi.

Dimulai dari Tahun 1973 dengan mengakuisisi 25 persen saham Aramco, kemudian tahun 1974 meningkat menjadi 60 persen, dan pada Tahun 1976 saham Aramco 100 persen dikuasai Kerajaan Arab Saudi.

Pada bulan November 1988, pemerintah Arab Saudi resmi membentuk Saudi Arabian Oil Company dalam pengalihan aset milik Aramco. Jadilah Saudi Aramco hingga saat ini.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *