MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID — Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, dr. H. Ahmad Asy’Arie, mendampingi Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS menuju Ending AIDS 2030 di Hotel Travelers Phinisi, Jalan Lamaddukelleng Buntu, Makassar, Kamis (17/9/2026).
Rakor tersebut menjadi forum penguatan koordinasi lintas sektor dalam meningkatkan upaya pencegahan, deteksi dini, penanganan, serta edukasi terkait HIV-AIDS. Kegiatan diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, pengelola program HIV-AIDS, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, komunitas, hingga lembaga pemerhati HIV-AIDS.
Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Asy’Arie turut mengikuti pembahasan mengenai kondisi dan perkembangan HIV-AIDS di Sulawesi Selatan, termasuk tantangan penanggulangan kasus di Kota Makassar. Berdasarkan data yang disampaikan dalam rakor, Sulawesi Selatan mencatat 2.660 kasus pada 2023, 2.486 kasus pada 2024, dan 1.939 kasus pada 2025. Sementara periode Januari hingga Juli 2026 tercatat sebanyak 963 kasus.
Kota Makassar menjadi daerah dengan temuan kasus tertinggi di Sulawesi Selatan, yakni sebanyak 445 kasus. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam penguatan strategi pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS, terutama melalui peningkatan edukasi, deteksi dini, akses layanan kesehatan, serta pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menegaskan komitmen Pemkot Makassar untuk mendukung target Ending AIDS 2030. Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor karena pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan perangkat daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, komunitas, dan masyarakat.
“Upaya pencegahan HIV-AIDS tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor agar langkah pencegahan, edukasi, deteksi dini, hingga penanganan dapat berjalan secara optimal,” ujar Aliyah.
Kehadiran Sekretaris Dinkes Makassar Ahmad Asy’Arie dalam rakor tersebut menjadi bagian dari penguatan peran sektor kesehatan dalam mendukung koordinasi penanggulangan HIV-AIDS di Kota Makassar. Pemkot Makassar berharap hasil koordinasi dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret di lapangan untuk memperkuat pencegahan, meningkatkan akses layanan, serta menekan stigma terhadap orang dengan HIV sehingga target Ending AIDS 2030 dapat didukung secara berkelanjutan.







