The Power of Kepepet ala H Abubakar 2, Kandang Pertama dan Jualan Telur hingga ke Pelelangan Ikan

peternakan ayam
Haji Abubakar di lokasi kandang ayam petelur miliknya. (redo/solusinews)

LOKASI peternakan ayam petelur milik Haji Abubakar berlokasi tak begitu jauh dari area Waduk/DAM Bili-bili di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa.

Saat ini, area peternakannya mencapai luas 8 hektare dengan belasan kandang ayam petelur. Di area itu, ia juga memiliki kebun buah rambutan dan durian.

Awal usahanya di tahun 2008, Haji Abubakar mengaku masih sangat buta tentang usaha peternakan tersebut.

Di awal-awal memulai usahanya, Haji Abubakar hanya membuat satu kandang konvensional berkapasitas 2.000 ekor ayam.

Bacaan Lainnya

“Setelah berdiri satu kandang itu, saya telepon Pak Doni. Dia di Jakarta saat itu. Saya bilang sudah ada kandangku, selanjutnya bagaimana?”  kisah Haji Abubakar yang kala itu bingung mau bikin apa lagi setelah ia menuruti saran Pak Doni untuk bikin kandang dulu.

Selanjutnya, melalui peran Pak Doni dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa), bertahap men-support usaha peternakan Haji Abubakar dengan bantuan bibit ayam, pakan, hingga perawatan.

Sambil belajar usaha beternak, Haji Abubakar pun kian memiliki semangat dalam menjalani masa non-jobnya sambil mempersiapkan diri tiba di ujung masa pensiun.

“Setelah kandangku berdiri, ada-mi juga bisa saya bikin mengisi sebagian waktuku,” terangnya.

Dari satu buah kandang ayamnya tersebut, awalnya ia sudah bisa menghasilkan 1.800 telur.

Karena belum punya pasar atau pelanggan tetap, Haji Abubakar keluar kandang dan turun memasarkan langsung telur-telur ayamnya hingga keliling ke sejumlah tempat di Kota Makassar.

“Mulai dari Jl Dg Tata sampai ke pelelangan ikan saya datangi. Awa-awal itu susah juga lakunya karena ukuran telur yang saya bawa kecil-kecil,” kisah Abubakar yang memuat telur-telur ayam tersebut di dalam mobil Toyota Starlet miliknya kala itu.

peternak ayam petelur
Haji Abubakar memantau penyerapan telur di lokasi gudang penyimpanan telur ayam di peternakannya.(redo/solusinews)

Pelan tapi pasti, pemasaran telur ayamnya mulai laris. Ia terus belajar memperbaiki kualitas telur ayamnya agar diminati konsumen dengan menggunakan pakan berkualitas dari Japfa.

Konsep ilmu sarjana teknik mesinnya perlahan ia aplikasikan dalam mengelola peternakan ayam petelur yang dirintisnya.

“Jadi saya serap ilmu mekanikal untuk diterapkan dalam beternak. Saya perbaiki kualitas telur ayam saya dengan menggunakan pakan berkualitas juga. Sama kalau mesin mau awet dan produktif, harus dirawat baik dan dipakaikan onderdil berkualitas,” paparnya.

Setahun berikutnya, Haji Abubakar sudah bisa menambah 1 kandang lagi. Seiring waktu, usaha peternakannya pun kian berkembang dan dikenal sebagai peternakan ayam petelur terbesar di area Kecamatan Manuju.

Omzet Miliaran Perbulan

Kini, peternakan ayam Haji Abubakar telah memiliki belasan kandang dengan populasi 150 ribu ekor ayam.

Sementara kandang pertama yang dibangunnya tetap dipertahankan dan beroperasi.

kandang ayam
Haji Abubakar berdiri di depan kandang pertama ayam petelur miliknya, Senin (18/10/2021), yang pertama kali dibangun saat memulai usahanya tahun 2008 silam.(redo/solusinews)

Dengan populasi sekitar 150 ribu ekor ayam petelur miliknya, Haji Abubakar mengaku, sebelum pandemi copid-19, peternakannya masih mampu memproduksi 40 ribuan telur ayam.

Dari puluhan ribu telur ayam itu, dalam sehari bisa terserap atau laku terjual hingga 1.000 rak telur per hari.

Dengan harga 1 rak berkisar Rp 30-an ribu, omzetnya bisa mencapai 1 miliar rupiah dalam sebulan.

Namun, kondisi harga telur di tingkat peternak menurun drastis. Hal ini juga dialami kalangan peternak di Jawa dan daerah lainnya.

Haji Abubakar mengaku anjloknya harga telur ayam di tingkat peternak mulai terasa sejak September 2021.

Akibatnya, produksi telur peternak ayam banyak ‘menganggur’ di gudang karena tingkat penyerapan dari pedagang/penyalur menurun dan harganya pun anjlok.(*)

Bersambung…(2 Anak Mundur PNS lalu Jadi Peternak)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *