Awal September 2021, saya berkesempatan menyambangi Desa Wanua Waru yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dengan Bone.
Jarak dari pusat Kota Makassar, Sulsel, sekitar 100 kilometer. Perjalanan saya bersama tim solusinews.id menuju ke desa ini menelan waktu sekitar 2 jam berkendara menggunakan 2 unit mobil.
Kami memulai perjalanan dari warung kopi Coffeholic di kawasan permukiman dan bisnis kuliner di Boulevard, Jl Topaz Raya, Kecamatan Panakukkang, Makassar.
Rutenya cukup menarik dan menantang karena kami melalui jalan poros Camba-Bone dan Mallawa yang meliuk-liuk seperti ular yang menanjak.

Gugusan dinding karts berbatu yang mengapit jalan di poros Camba dan Mallawa menghiasi perjalanan kami.
Beberapa monyet Macaca Maura juga kami jumpai “mengemis” di tepi jalan poros Camba. Fenomena ini sudah menjadi hal biasa saat pengendara melintas di jalur tersebut.
Makan Siang di Bone
Siang sekitar pukul 13.00 WITA, saya dan tim tiba di Desa Batu Pute, desa yang dilintasi jalan poros Kecamatan Mallawa, Maros. Desa ini bersebelahan Desa Wanua Waru.

Di tepi jalan poros desa ini, kami berhenti lalu menyeberang ke Kabupaten Bone hanya dengan beberapa langkah kaki untuk beristirahat dan makan siang.
Kenapa bisa ?
Ya, mungkin cukup aneh, tapi itulah faktanya. Saya cukup menyeberangi jalan poros Mallawa-Bone dan saat menginjakkan kaki di seberang jalan maka saya sudah berada di wilayah Bone.







