SOLUSINEWS.ID, MAKASSAR – Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Universitas Terbuka (UT) Makassar bakal membangun kampus baru berlantai 6 pada 2023 mendatang.
Kampus II UT Makassar tersebut rencananya mengambil lokasi di dekat Simpang Lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Hal tersebut disampaikan Direktur UT Makassar Drs Hasanuddin MSi sebagaimana dikutip dalam rilis ke media, Sabtu (7/1/2021).
Adapun Kampus I UT Makassar beralamat di Jl. Monginsidi Baru, Nomor 7 Makassar.
Bangunan kampus baru ini sekaligus akan menjadi ikon kampus di Kota Metropolitan Makassar.
Hasanuddin menjelaskan, UT adalah perguruan tinggi negeri berbadan hukum adalah kampus pelopor pedidikan jarak jauh sejak tahun 1984.
“Sejak itu hingga sekarang ini, UT tidak pernah mundur dari sisi peningkatkan kualitas lulusannya agar mampu mandiri,” jelas Hasanuddin.
Dalam pengembangan kampus UT kedepan, Hasanuddin mengatakan, akan membangun sentra-sentra layanan UT (Salut) atau semacam kampus kecil.
“Salut itu ada di daerah seperti di Kabupaten Wajo, Soppeng, Kota Palopo, Jeneponto, Maros, Bone dan sejumlah daerah lainnya di Sulsel,” kata sarjana sastra Inggeris Unhas ini.
“Satu Salut diharapkan bisa melayani sejumlah 1000 mahasiswa,” ujar Direktur UT Makassar, Drs Hasanuddin.
Masuk Tanpa Tes
Dikatakan Hasanuddin, ada banyak keunggulan yang dimiliki UT Makassar. Hal itu membuat banyak calon pendaftar yang memilih kuliah di UT.
Keunggukan diantaranya pembayarannya murah, masuk di UT Makassar tidak di tes, hingga umur tidak dibatasi untuk jenjang S1.
“Selain itu, kualitas lulusannya bisa mandiri dan kuliah di UT tidak harus di Makassar dan pendidikan jarak jauh yang diselenggarakan UT tidak terikat pula pada internet, ungkap pria kelahiran Bone ini.
Hasanuddin juga mengatakan, mahasiswa UT di seluruh Indonesia ditargetkan akan mencapai 1 juta orang. Dan berharap target ini bisa dicapai.
Dia juga menambahkan Universitas Terbuka (UT) sebuah lembaga pendidikan tinggi negeri berbadan hukum memiliki kampus dimana-mana di seluruh Indonesia, termasuk di Makassar.
Sayangnya keberadaan penyelenggara pendidikan jarak jauh ini belum tersosialisasi dengan baik di media cetak maupun di media sosial sehingga sebahagian besar masyarakat menganggap UT sama dengan kampus swasta.
Kesan ini tambah Hasanuddin perlu diubah, tentu dengan memperbanyak sosialisasi kepada masyarakat tentang kampus UT salah satunya melakukan sosialisasi di media.
Koordinator Kerjasama, Humas dan Alumni UT Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim menambahkan jumlah mahasiswa UT di Sulsel telah mencapai 6.000 orang.
“Mahasiswa UT Makassar sekitar 30-40 persen mahasiswa adalah berasal dari Makassar, menyusul Selayar, Toraja dan Torut,” jelas Prof Rahman Rahim.
Sementara mahasiswa UT di seluruh Indonesia dan luar negeri sudah mencapai 36 ribu orang.
“Mahasiswa PJJ dari luar negeri ini ada dari Afrika, Taiwan dan sejumlah negara lainnya,” tambah mantan Rektor Unismuh Makassar ini. (*)







