SOLUSINEWS.ID – Kenya adalah sebuah negara di wilayah Afrika Timur. Negara ini resmi dipimpin oleh presiden baru bernama William Ruto.
William Ruto resmi ditetapkan sebagai Presiden Kenya pada Senin, 15 Agustus 2022.
Salah satu orang terkaya di Kenya itu sebelumnya adalah mantan Wakil Presiden Kenya.
Lawan Ruto di pemilu Presiden Kenya 2022 adalah Raila Odinga dan incumbent Presiden Uhuru Kenyatta.
Disadur dari tempo.co, perjalanan hidup Ruto hingga akhirnya menjadi orang nomor satu di Kenya terbilang menarik dan inspiratif.
Masyarakat di perbukitan merah di luar Kota Eldoret, mengingat Ruto dulunya hanyalah seorang anak kecil yang bersekolah tanpa alas kaki.
Sambil sekolah, Ruto biasa berjualan ayam di warung kaki lima pinggir jalan.
Tak heran jika tetangganya di asal tempat tinggal kecil Ruto di wilayah barat Kenya, merasa bangga sekaligus tak percaya saat Ruto kini bisa menjadi seorang presiden di negara itu.
“Saya tidak bisa membayangkan seseorang yang tidak punya sepatu selama SD, (sekarang) bisa menjadi presiden.
Kami membayangkan semua pemimpin berasal dari keluarga kaya,” ungkap Esther Cherobon yang pernah satu sekolah dengan Ruto, seperti dilansir Reuters, Selasa (16/8/2022).
Cherobon mengakui, meski kehidupan keluarga Ruto miskin hingga tak bisa memiliki sepatu untuk ke sekolah, dia adalah murid laki-laki yang selalu memiliki nilai tertinggi di sekolah.
Kondisi sekolah Ruto yang berada di Desa Sambut pun jauh dari kata memadai.
Bangunannya terbuat dari lumpur. Satu ruangan beratapkan lembaran besi berkarat.
Karir Politik Ruto
Ruto mulai terkenal saat menjadi organisator pemuda. Dia kemudian terpilih sebagai salah satu anggota parlemen dan menteri termuda di Kenya.
Tahun 2013, Ruto terpilih menjadi wakil presiden Kenya.
Ruto juga dikenal sebagai pengusaha kaya raya dengan jaringan bisnis yang luas di Kenya.
Dia juga dikenal dengan istilah The Beast yang punya hobi jalan-jalan dengan mobil sport mewah dengan warna mencolok.
Sebagai Presiden, Ruto saat ini dituntut oleh rakyat Kenya dan kelompok oposisi menyelesaikan masalah krisis ekonomi dan sosial di negaranya.
Sebelumnya, warga Kenya yang miskin sudah terhuyung-huyung akibat dampak Covid-19.
Selain utang luar negeri Kenya kian melonjak, Kenya juga mengalami kenaikan harga pangan dan bahan bakar global.
Kekeringan terburuk di Kenya selama 40 tahun telah mengakibatkan 4,1 juta orang bergantung pada bantuan pangan.(*)







