Anak-Anak Sekolah Kolong di Maros Minta Kelas Layak, BBPMP Sulsel Siap Bawa Aspirasi ke Pusat

Kepala BBPMP Sulsel Ir Imran SKom MT saat mengajar di sekolah kolong rumah cabang dari SDN 238 Dusun Bara, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Rabu (14/5/2025).

MAROS, SOLUSINEWS.ID — Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Imran, S.Kom., M.T., meninjau langsung kondisi pendidikan di daerah pelosok Maros dengan mengunjungi SDN 238 Inpres Bontoparang, SMPN Satap Bontoparang, dan kelas jauh yang dikenal sebagai Sekolah Kolong di Dusun Bara, Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu, Jumat (16/5/2025).

Perjalanan menuju Sekolah Kolong ditempuh dengan medan yang menantang. Rombongan harus menggunakan motor khusus selama 30 menit dari sekolah induk, lalu berjalan kaki sejauh satu jam melalui jalur terjal. Imran datang bersama sejumlah pejabat pendidikan, termasuk Kabid Pembinaan SD Asri Rajab dan Kasi PTK SD Mulyati.

Dalam kunjungan itu, Imran menyampaikan komitmennya untuk menyuarakan langsung kebutuhan mendesak Sekolah Kolong ke Kementerian Pendidikan, terutama terkait pembangunan gedung permanen, peningkatan akses jalan, dan penambahan guru.

“Kunjungan ini bukan hanya untuk melihat, tetapi untuk mendengar dan mencatat langsung kebutuhan di lapangan. Kami akan membawa data konkret ke pemerintah pusat agar aspirasi masyarakat di Dusun Bara mendapat perhatian,” tegas Imran.

Bacaan Lainnya

Ia juga melakukan dialog dengan guru, pengawas, serta siswa yang mengungkapkan keinginan mereka memiliki sekolah yang layak. Dua siswi bahkan menyampaikan bahwa mereka berjalan kaki satu jam setiap hari hanya untuk bisa belajar di sekolah kolong yang masih menggunakan tenda dan kolong rumah sebagai ruang belajar.

Menanggapi hal itu, Imran mengatakan bahwa semangat anak-anak tersebut merupakan inspirasi besar. “Ini adalah gambaran nyata perjuangan pendidikan di pelosok. Kami tidak akan membiarkan perjuangan mereka sia-sia,” ujarnya.

BBPMP Sulsel berencana mengadakan kunjungan lanjutan dan kegiatan bersama masyarakat untuk merumuskan strategi peningkatan mutu pendidikan. Kegiatan ditutup dengan yel-yel semangat “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” bersama siswa dan foto bersama sebagai simbol dukungan moral.

“Kami membawa pulang semangat besar dari anak-anak Dusun Bara. Ini adalah panggilan moral bagi kita semua,” pungkas Imran.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *