Antisipasi Transaksi selama Ramadan-Idulfitri 2022, BI Sulsel Distribusikan Uang Tunai ke BPD di 4 Daerah Ini

Deputi Direktur BI Sulsel, Edy Kristianto, Kepala Perwakilan BI Sulsel, Causa Iman Karana, Asisten Direktur BI Sulsel, Rawindra Ardiansah, dan Asisten Direktur BI Sulsel, Albert Mario Davidson, di acara konferensi pers terkait penyiapan kebutuhan uang tunai masyarakat Sulsel dalam rangka menyambut Bulan Ramadan 2022, di Restoran Walking Drums, Makassar, Selasa (29/3/2022).(ist)

BI Sulsel juga menginstruksikan bank dan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) untuk melakukan hal berikut :

  • Menjaga ketersediaan uang dengan kualitas baik dan optimal termasuk pada Anjungan Tunai Mandiri (ATM)
  • Menyediakan layanan penukaran uang sehingga masyarakat dapat memperoleh pecahan uang sesuai dengan kebutuhan
  • Memastikan seluruh kegiatan pengolahan uang sesuai dengan aspek K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).

Penukaran uang rupiah

BI Sulsel menyediakan layanan penukaran uang rupiah bagi masyarakat dengan bersinergi dengan perbankan.

Penukaran uang rupiah tersebut dapat dilakukan melalui berbagai loket penukaran di Kantor BI Sulsel maupun kantor-kantor cabang perbankan di wilayah Sulsel.

Bacaan Lainnya
Pejabat pimpinan BI Sulsel memberi keterangan pers terkait langkah penyediaan uang tunai dalam rangka memasuki Bulan Ramadan dan Idulfitri 2022.(ist)

Kepada bank yang menyediakan loket penukaran, BI Sulsel meminta agar seluruh proses penukaran mematuhi protokol pencegahan COVID-19 yang berlaku.

BI Sulsel menghimbau masyarakat untuk melakukan penukaran uang secara kolektif, dalam rangka menjaga physical distancing.

Penukaran uang oleh masyarakat juga dianjurkan dilakukan pada tempat-tempat yang resmi.

Sementara dalam rangka mendukung digitalisasi, BI Sulsel mendorong masyarakat melakukan transaksi pembayaran secara non-tunai.

Diantaranya menggunakan uang elektronik, digital banking, maupun QR Indonesia Standard (QRIS).

Waspadai uang palsu 

Selain itu, BI Sulsel mengimbau masyarakat untuk selalu mewaspadai risiko uang palsu.

Hal itu untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran.

Cara mengenali uang palsu bisa dari mengetahui ciri-ciri keaslian uang rupiah melalui metode 3D alias Dilihat, Diraba, Diterawang.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *