SOLUSINEWS.ID – Pemutusan hubungan kerja (PHK) baik karyawan tetap maupun kontrak kian marak terjadi di sejumlah industri di Indonesia.
Ibarat badai ekonomi, sejumlah perusahaan dan karyawan menjadi korbannya. Apalagi, tahun sebelumnya badai pandemi copid sudah lebih dulu menghantam perekonomian di sejumlah sektor usaha di Tanah Air.
Disadur dari cnbcindonesia.com, gelombang PHK massal bermula dari penurunan permintaan di pasar ekspor. Perlambatan ekonomi di negara tujuan ekspor menjadi salah satu pemicu utama.
Sementara jumlah PHK di sektor padat karya dilaporkan mencapai lebih dari 70 ribu orang saat ini.
Sejumlah perusahaan ada yang terpaksa merumahkan karyawannya, hingga memutus hubungan kerja (PHK) tenaga kontrak dan tenaga tetapnya.
Berikut daftar perusahaan di Indonesia yang melakukan PHK tahun 2022 ini :
Pabrik Tekstil
Pabrik tekstil di Jawa Barat dikabarkan telah melakukan PHK massal di beberapa daerah antara lain di Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Subang.
Berdasarkan laporan data Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat per 21 Oktober 2022, ada 19.066 pekerja tekstil Sukabumi yang di-PHK.
Sukabumi adalah daerah di Jawa Barat dengan tingkat pengurangan atau PHK tertinggi dari industri tekstil.
Data Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat menyebutkan pengurangan karyawan sebanyak 19.066 orang itu berasal dari 30 perusahaan.
Sementara di Kabupaten Subang tercatat ada 14.029 orang dari 10 perusahaan harus kehilangan pekerjaan.
Angka PHK tersebut diprediksi bisa bertambah. Data Apindo Jabar lainnya, mencatat terjadi pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan Cabang Otto Iskandar Dinata.
Di Subang tercatat ada 3.916 pembayaran JHT dengan nilai sebesar Rp 32.904.758.950 pada periode Januari-September 2022.
Jasindo
PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) yang merupakan anggota holding BUMN asuransi dan pembiayaan di bawah Indonesia Financial Group (IFG).melakukan PHK dengan alasan program penyehatan keuangan perusahaan.
Pabrik Garmen
Dari 218 pabrik di bawah binaan program ILO-BWI, puluhan pabrik garmen terkena dampak badai ekonomi.
Pabrik-pabrik tersebut tersebar di 4 provinsi yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, dan Yogyakarta.
Lebih dari 1.464 buruh tetap di pabrik-pabrik binaan BWI kehilangan pekerjaan. Sementara
sekitar 17.844 pekerja non-tetap dilaporkan tak lagi diperpanjang kontrak kerjanya.
Shopee Indonesia
Shopee Indonesia tergolong perusahaan marketplace terbesar di Tanah Air yang ikut memangkas jumlah pekerjanya. Informasi yang didapatkan CNBC Indonesia sebanyak 3% karyawannya di-PHK dari jumlah 6.232 orang.
Shopee di Thailand dan Filipina pun demikian. Ada ratusan karyawan Shopee dari dua negara tersebut mengalami nasib serupa.
Data PHK Indonesia
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah menyebutkan kasus PHK di Indonesia sepanjang tahun 2021 mencapai 127.085 orang.
Sementara sepanjang Januari-September 2022, kasus PHK yang tercatat hanya 10.765 orang.
Ketua Umum Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta menanggapi data yang disebutkan Menaker itu hanya data pekerja tetap yang di-PHK, tidak termasuk pekerja bukan tetap atau karyawan kontrak.(*)







