MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID – Penjabat Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar , Beni Iskandar, turun langsung mengecek kondisi permasalahan distribusi air bersih PDAM di lingkungan Blok H kompleks BTP Makassar, Minggu (19/6/2022).
Beni turut membawa penanggung jawab PDAM area setempat bersama petugas teknis untuk mendengar langsung keterangan warga tentang adanya persoalan air di lingkungan tersebut.
Dalam kunjungannya, Beni Iskandar mendapatkan informasi bahwa ada beberapa kejanggalan yang ditemui di lapangan yang malah tidak sesuai dengan pengaduan yang masuk di PDAM.
Diantaranya petugas teknis PDAM saat ingin melakukan penggalian untuk mengatasi masalah tersebut malah ada oknum yang mengaku tokoh masyarakat berupaya menghalangi,
“Padahal ini kan kita mau carikan solusi, malah petugas dilarang menggali. Padahal Ketua RT/RW setempat sudah memberi izin,” terangnya.
Beni menjelaskan bahwa penggalian itu dilakukan untuk menyambung pipa induk yang sebelumnya sudah dicor dalam peremajaan jalan di lokasi itu.
Nanti setelah dilakukan upaya persuasif melibatkan Ketua RT dan RW yang baru di lingkungan itu, akhirnya petugas PDAM bisa melakukan upaya perbaikan dengan melakukan penggalian.
“Kami tetap berharap agar jangan ada lagi pihak lain yang memberikan informasi sesat bahwa PDAM sengaja tidak menindaklanjuti keluhan warga,” kata Beni.
Selain itu, dalam waktu dekat PDAM akan memaksimalkan distribusi air di daerah itu agar seluruh blok dapat menikmati air bersih kembali secara normal.
Kejanggalan lain yang ditemukan, terdapat pipa pembuangan udara untuk suplai air dari mobil tangki yang dilem alias ditutup permanen. “Sehingga tidak bisa terbuka dan tidak ada warga lain yang mengetahui,” ungkap Beni.
Menurutnya hal itu mengindikasikan ada dugaan sabotase yang dilakukan oknum tak bertanggungjawab sehingga distribusi air di lokasi tersebut tidak merata atau tidak tersalurkan secara normal.
“Sementara kita telusuri juga jika memang terbukti ada sabotase seperti dugaan warga lainnya, maka kami tidak akan tinggal diam dan akan melaporkan ke kepolisian,” tegas Beni.(*)







