Bupati Andi Rahim Sampaikan Duka Mendalam atas Korban Jiwa Akibat Banjir di Beringin Jaya

MASAMBA, SOLUSINEWS.ID – Penjabat (Pj) Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menyampaikan rasa belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas adanya korban jiwa yang timbul akibat bencana banjir di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan.

Ungkapan duka tersebut disampaikan di tengah perpanjangan status tanggap darurat penanganan bencana banjir di wilayah Kabupaten Luwu Utara selama 14 hari ke depan.

Andi Rahim menyatakan bahwa hilangnya nyawa warga akibat luapan air merupakan duka bersama bagi seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Luwu Utara.

“Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, pihak Pemkab Luwu Utara bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dinas sosial, serta relawan kemanusiaan langsung dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat evakuasi dan menyalurkan bantuan logistik darurat kepada para keluarga korban maupun warga yang masih terisolasi,” katanya, Rabu, (17/6/2026)

Bacaan Lainnya

Banjir berkepanjangan yang melanda wilayah ini salah satunya dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Rongkong yang berada di area Desa Beringin Jaya.

Luapan air yang sangat deras dilaporkan kembali masuk dan mengepung wilayah permukiman warga, di mana sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di beberapa dusun, seperti Dusun Seruni, Dusun Cempaka, dan Dusun Melati, sempat tertahan di dalam rumah mereka sembari menunggu genangan air surut.

Merespons ancaman hidrometeorologi yang masih tinggi, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara mengeluarkan imbauan tegas agar seluruh elemen masyarakat meningkatkan kewaspadaan ekstra.

Warga diminta untuk membatasi aktivitas di sekitar bantaran sungai dan wilayah-wilayah rawan banjir, mengingat potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas lebat masih membayangi sebagian besar wilayah Luwu Utara dalam beberapa waktu ke depan.

Guna memastikan penanganan berjalan optimal, Pemkab Luwu Utara juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, dan Polri.

Langkah mitigasi darurat berupa rencana pembangunan dan perbaikan tanggul penahan sungai di titik-titik rawan kini tengah disiapkan agar dapat dimulai secepatnya demi memberikan rasa aman bagi masyarakat setempat. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *