MAROS, SOLUSINEWS.ID – Presidium dan pengurus Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Maros masa bakti 2022-2027 dilantik dan dikukuhkan.
Pelantikan dan pengukuhan berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Senin siang (24/10/2022).
Pengambilan sumpah dan janji dilakukan oleh Presidium KAHMI Sulsel, Mustari Mustafa.
Ia berpesan agar KAHMI sebagai organisasi kemasyarakatan dapat menjadi organisasi yang mandiri.
“KAHMI Maros diharap berkolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengelola sumber daya yang ada,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri Bupati Maros, Chaidir Syam, Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari, Ketua DPRD Maros, Patarai Amir dan pejabat Forkopimda Maros.
Juga hadir Anggota DPRD Sulsel asal Maros, A Muh Irfan AB dan sejumlah ketua organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan serta pengurus HMI cabang Butta Salewangang Maros dan komisariat kampus.
Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan bahwa masa kepengurusan KAHMI yang dulu memang sudah membangun sinergitas dengan pemerintah daerah hingga kini.
“KAHMI ini merupakan lembaga yang sangat kolaboratif dan sudah seharusnya diapresiasi, apalagi di pelantikan ini bisa kita perhatikan, hampir semua ketua organisasi kepemudaan di Maros turut serta dilantik hari ini,” ujarnya yang juga sebagai Dewan Penasehat MD KAHMI Maros.
Ia berharap pengurus KAHMI Maros yang baru dapat memberikan gagasan untuk pembangunan di Kabupaten Maros.
Sementara, Koordinator Presidium MD KAHMI Maros, Nurhasan, menyampaikan pengurus sudah siap bekerja, berbagai program kerja telah disiapkan.
“Ada beberapa program yang telah kita siapkan, seperti pengembangan destinasi wisata dalam mendukung program pariwisata Pemkab Maros,” katanya.
Selain itu, stunting juga akan menjadi program prioritas.
Apalagi, Maros masih menempati peringkat kedua tertinggi kasus gagal tumbuh pada anak karena minimnya gizi.
“Ada 26 bidang termasuk ekonomi kreatif, bisnis digital, perlindungan konsumen, juga perlindungan perempuan dan anak,” tambahnya.
Empat stasiun kereta api di Maros juga akan diberdayagunakan untuk masyarakat setempat. Terutama untuk pemberdayaan UMKM masyarakat sekitar.
“Semoga segera ada pembicaraan dengan pihak Balai Pengelola Kereta Api Sulsel,” pungkasnya.(*)







