Cukup di Tepi Jalan, Ini Jualan Kuliner Segar yang Laris di Bulan Ramadan

ilustrasi es kolak pisang ijo.(int)

MAKASSAR, SOLUSI NEWS.ID – Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah karena menjadi momen ladang amal bagi umat Islam sedunia yang hadir setiap tahun.

Menariknya, walaupun selama sebulan umat muslim berpuasa, bukan berarti putaran ekonomi atau keuntungan bisnis kuliner pun berkurang.

Malah, bulan puasa memberi ladang bisnis pelaku usaha kuliner meraup keuntungan. Aneka macam makanan dan minuman bermunculan dan dikonsusi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Restoran hotel, rumah makan modern, warung kecil, kios kelontong, sampai pedagang kaki lima (PKL) di tepi jalan bisa meraup keuntungan dari aneka menu buka puasa yang ditawarkan.

Momen jelang dan masa bulan puasa pun kerap dimanfaatkan sejumlah warga dari berbagai kalangan untuk membuka usaha periodik atau hanya berjualan kebutuhan masyarakat di bulan Ramadan saja.

Salah satunya warga bernama Bu Isa (43 Tahun) yang jelang masuknya Bulan Ramadan 1443 H (2 April – 1 Mei 2022) sudah memulai usaha jualan aneka macam penganan dan minuman menyegarkan.

Bu Isa ini berjualan menu pisang ijo, es teller, dan es buah di pertigaan Jl Monumen Emmy Saelan III, dekat kampus Universitas Negeri Makassar (UNM).

Ia mengaku hanya berjualan aneka penganan menyegarkan dan dingin tersebut sekali dalam setahun yaitu setiap bulan Puasa Ramadan tiba.

Usaha itu ia lakukan sebulan sebelum masuknya bulan Puasa Ramadan. Usai bulan Ramadan, ia tak berjualan lagi dan kembali beraktivitas seperti biasa.

“Jadi saya jualan itu hanya satu kali 1 tahun, hanya buka kalau mau masuk bulan Ramadan sampai selesai Ramadhan,” ungkap Bu Isa, Senin (21/3/2022).

Setelah bulan puasa, ia kembali melakoni aktivitas usaha rutin yaitu berjualan minuman pop ice.

Setiap hari, ia mulai berjualan pukul 12.00 hingga 18.00 wita. Menu utama jualannya hanya pisang ijo, es teler, dan es buah, kuliner yang sering dijadikan menu buka puasa.

Bu Isa hanya berjualan offline di lokasi mangkalnya tersebut, tidak melayani pemesanan antar atau pemesanan online.

Usaha jualan pisang ijo, es teller, dan es buah di pertigaan Jl Monumen Emmy Saelan 3, Kota Makassar.(mutmainah/solusinews.id)

Modal Usaha

Meski berjualan sebulan sebelum masuknya bulan Ramadan, dagangannya menu ala buka puasa yang dijualnya tetap laris.

“Alhamdulillah, setiap hari jualan saya disini itu ramai yang beli baik kalangan anak-anak hingga dewasa,” ungkapnya, Senin (21/3/2022).

Untuk menyiapkan usaha jualan menu ala buka puasa tersebut, modalnya hanya sekitar Rp 150 ribu saja untuk menyiapkan tiga menu penganan jualannya.

Adapun bahan-bahan yang dibutuhkan Bu Isa untuk berjualan antara lain pisang, gula, susu bubuk, gelas plastik/cup, cendol, kacang, agar-agar, sagu, buah naga, pepaya, santan, dan sirup.

Dagangan es teler, es buah, maupun es pisang ijo, dijual dengan harga Rp 7.000 per cup.

Dari modal usaha setiap hari yang diperlukan itu, ia bisa menghasilkan omzet penjualan dua kali lipat yaitu sekitar Rp 350 ribu per hari.

Sebagian keuntungan dari omzet yang diperolehnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan untuk melunasi pinjaman.

Bu Isa mengaku memiliki pinjaman dana bank yang sebagian digunakan untuk membuka usahanya.

Meski memiliki kendala dalam usaha, Bu Isa tetap berjuang dan banyak bersyukur. “Berapapun hasil dari usaha, kita syukuri Alhamdulillah,” tuturnya.

Itulah sekilas cerita peluang usaha kuliner yang laris di bulan puasa dan usaha yang dijalani oleh Bu Isa yang tetap laris walau dibuka sebulan sebelum masuknya bulan Ramadan.

Semoga dari usaha kuliner Bu Isa selalu laris dan penghasilannya sekaligus bisa melunasi pinjaman bank.

Dan setelah lunas, keuntungan usahanya bisa dimanfaatkan sebaik mungkin mengembangkan usaha tanpa harus berutang lagi. Aminnn!(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *