Mas Arli menerangkan bahwa konsep modal ini yaitu bersumber dari pihak ketiga alias pembeli sebagai market.
Perlu dipahami bahwa uang yang beredar di dunia itu diantaranya berada di dua tempat, di lembaga perbankan dan satunya lagi di masyarakat atau market.
Intinya, modal usaha sekalipun dipinjam dari bank atau dari investor, itu akan kembali ke masyarakat sebagai market/pasar untuk menghasilkan keuntungan bagi pelaku usaha.
Konsep modal market/pasar ini dinilai paling efektif bagi orang yang bermodal minim dalam merintis dan mengembangkan usahanya secara mandiri.
Caranya ?
Terkadang masalah atau kendala konsumen di masyarakat bisa menjadi ide bisnis dan peluang market dalam menghasilkan produk (barang maupun jasa) yang laris terjual.
Membuat atau menjual produk yang menjadi kebutuhan pasar/market bisa menjadi cara jitu mendapat penghasilan menguntungkan dan dijadikan modal usaha.
Selain itu, ada dua tips yang dibagikan Mas Arli agar produk jualan laris sehingga untungnya bisa jadi modal, yaitu :

- Margin tebal
Margin itu selisih dari nilai modal atau biaya produksi dengan nilai jual.
Misal, modal sebiji kue Rp 1.000 lalu dijual Rp 2.000, maka selisih keuntungan 100 persen. Itu namanya margin tebal.
- Cash n carry
Ada uang ada barang. Ya, sesimpel itu dulu jika Anda tak memiliki modal besar untuk membangun sebuah bisnis.
Mengapa ?
Dengan selisih margin tebal sekitar 100 hingga 200 persen ditambah pola cash n carry, maka keuntungan yang diperoleh akan lebih mudah dikelola.
Keuntungan dari market alias pasar produk Anda itulah kemudian bisa digunakan menambah modal usaha Anda sekaligus menggulung keuntungan lebih besar lagi.
Itulah tiga tips solusi mendapatkan modal usaha yang umumnya dipakai dalam berbisnis.
Bisa saja makna dan ulasan dalam artikel ini menimbulkan pemahaman berbeda bagi setiap pembaca.
Apalagi, tak semua yang disamapaikan Arli Kurnia dalam videonya yang berjudul “3 Jenis Solusi Modal Usaha Untuk Anda” dituangkan dalam artikel ini.
Agar lebih jelas dan memperoleh informasi lebih lengkap, silakan simak video tersebut di channel Arli Kurnia.(*)







