SURABAYA, SOLUSINEWS.ID — MyParkir mulai membidik Jawa Timur sebagai salah satu wilayah pengembangan layanan digitalisasi tata kelola parkir. Kota Surabaya dan Pasuruan menjadi dua daerah yang saat ini masuk dalam target awal.
MyParkir tengah membangun komunikasi dengan sejumlah pihak di kedua daerah tersebut untuk memperkenalkan konsep pengelolaan parkir berbasis digital yang telah dikembangkan perusahaan.
Manager Area Jawa Bali, Salwa Dias, mengatakan Jawa Timur memiliki potensi besar untuk pengembangan tata kelola parkir yang lebih modern, transparan, dan terintegrasi.
“Jawa Timur menjadi salah satu target pengembangan MyParkir. Untuk tahap awal, kami sedang membangun komunikasi di Surabaya dan Pasuruan. Kami ingin menawarkan kolaborasi, bukan sekadar aplikasi, tetapi sebuah ekosistem pengelolaan parkir yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah daerah,” ujar Salwa.
Menurutnya, digitalisasi parkir tidak cukup hanya mengubah metode pembayaran dari tunai menjadi non-tunai. Sistem juga harus mampu mengintegrasikan pelayanan, transaksi, petugas parkir, pengguna jasa, monitoring hingga pelaporan dalam satu ekosistem.
MyParkir mengembangkan sistem yang dapat mengakomodasi sejumlah model layanan, mulai dari parkir tepi jalan, sistem berlangganan, pembayaran tunai maupun QRIS, hingga pengelolaan parkir berbasis gate.
Sementara itu, Representative MyParkir Wilayah Jawa Timur, Ade Zulkifly, S.E., M.M., mengatakan pihaknya saat ini mulai membangun komunikasi untuk memperkenalkan MyParkir kepada pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait di Jawa Timur.
“Untuk tahap awal kami fokus membangun komunikasi di Surabaya dan Pasuruan. Kami ingin mendengar kebutuhan masing-masing daerah terlebih dahulu, karena persoalan dan pola pengelolaan parkir setiap kota tentu berbeda,” kata Ade Zulkifly.
Menurut Ade, pendekatan MyParkir di Jawa Timur diarahkan pada pola kolaborasi dengan
pemerintah daerah. Teknologi yang ditawarkan dapat disesuaikan dengan kebijakan dan sistem pengelolaan parkir yang telah berjalan.
“Kami optimistis ada ruang kolaborasi yang cukup besar. Kehadiran teknologi diharapkan dapat membantu pemerintah daerah memperkuat pengawasan, meningkatkan transparansi transaksi, sekaligus memberikan kemudahan pelayanan parkir kepada masyarakat,” ujarnya.
MyParkir berharap komunikasi yang sedang dibangun di Surabaya dan Pasuruan termasuk Situbondo dapat berlanjut ke tahap pembahasan teknis serta penjajakan skema kerja sama.
“Surabaya, Pasuruan dan Situbondo menjadi target awal. Selanjutnya kami tentu berharap MyParkir dapat membangun komunikasi dengan daerah-daerah lain di Jawa Timur,” tutup Ade.







