MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID — Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Tadjuddin Chalid terus melakukan penguatan tata kelola rumah sakit melalui implementasi inovasi Tata Kelola Klaim Proaktif.
Tata Kelola Klaim Proaktif merupakan pendekatan yang mengubah pola pengelolaan klaim dari yang sebelumnya lebih bersifat retrospektif menjadi proaktif dan concurrent. Potensi permasalahan klaim diupayakan dapat dikenali dan diselesaikan sejak pasien masih menjalani proses pelayanan, bukan setelah seluruh pelayanan selesai.
Dalam implementasinya, penguatan dilakukan melalui kolaborasi lintas profesi, mulai dari DPJP, perawat, case manager, coder/casemix hingga tim keuangan. Kelengkapan dokumentasi medis, ketepatan diagnosis dan tindakan, proses precoding, hingga verifikasi klaim menjadi bagian dari pengendalian yang dilakukan lebih awal.
“Kualitas klaim ditentukan sejak pelayanan dimulai, bukan ketika klaim diajukan. Karena itu, tata kelola klaim harus menjadi bagian dari proses pelayanan, bukan hanya pekerjaan administratif setelah pasien selesai dirawat,” ujar Angriany Rauf, Direktur Operasional RSUP Tadjuddin Chalid.
Menurutnya, klaim memiliki keterkaitan langsung dengan kesehatan keuangan rumah sakit. Klaim yang berkualitas diharapkan dapat mengurangi potensi pending dan dispute, sehingga proses pengajuan dan pembayaran klaim dapat berjalan lebih optimal sesuai ketentuan.
Dengan semakin baiknya pengelolaan klaim, piutang rumah sakit diharapkan dapat lebih cepat dikonversi menjadi kas. Kondisi tersebut akan memperkuat likuiditas dan mendukung kesinambungan operasional rumah sakit.
“Tujuan inovasi ini bukan semata-mata memperbaiki klaim. Kita ingin membangun rumah sakit yang sehat secara finansial sehingga mampu menjaga ketersediaan obat dan BMHP, memelihara alat kesehatan dan sarana prasarana, mendukung kesejahteraan pegawai sesuai ketentuan, serta terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Implementasi inovasi saat ini dilakukan secara bertahap, termasuk melalui pilot project pada pelayanan pasien operasi, sebelum dikembangkan dan diperluas ke unit pelayanan lainnya. Evaluasi proses, penguatan SOP dan SLA, pemantauan indikator, serta kolaborasi lintas profesi menjadi bagian dari upaya memastikan inovasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
RSUP Tadjuddin Chalid juga mendorong penguatan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk BPJS Kesehatan dan institusi pendidikan, untuk mendukung peningkatan kualitas tata kelola klaim dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
Angriany menegaskan, bahwa perubahan tersebut pada akhirnya bukan hanya untuk kepentingan internal rumah sakit.
“Pasien mungkin tidak melihat proses klaim yang berlangsung di belakang layar. Tetapi hasilnya harus dapat dirasakan oleh pasien melalui pelayanan yang lebih cepat, mudah, nyaman, kepastian ketersediaan obat dan BMHP, fasilitas yang semakin baik, serta pelayanan yang semakin responsif,” ungkapnya.
Melalui inovasi ini, RSUP Tadjuddin Chalid membawa pesan bahwa pengelolaan klaim merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pelayanan kesehatan.
“Klaim Proaktif, Finansial Kuat, Rumah Sakit Sehat, Layanan Prima.”pungkasnya. (*)







