SURABAYA, SOLUSINEWS.ID – Manajemen MyParkir terus memperkuat langkah strategis dalam mendorong transformasi digital tata kelola perparkiran di Jawa Timur melalui penjajakan kerja sama dengan Bank Jatim.
Langkah tersebut ditandai dengan pertemuan manajemen MyParkir bersama pihak Kantor Pusat Bank Jatim di Surabaya, yang membahas peluang integrasi sistem pembayaran berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta pengembangan ekosistem perparkiran digital di kabupaten dan kota se-Jawa Timur.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Founder MyParkir, Rudihartono, bersama Representative MyParkir wilayah Jawa Timur, Ade Zulkifly, dan jajaran manajemen MyParkir.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan peluang kolaborasi untuk menghadirkan sistem pembayaran parkir yang lebih mudah, transparan, dan terintegrasi dengan layanan perbankan daerah.
Founder MyParkir, Rudihartono, menjelaskan bahwa integrasi QRIS dengan Bank Jatim merupakan salah satu langkah strategis dalam membangun ekosistem perparkiran digital yang dapat diterapkan secara luas di Jawa Timur.
“Digitalisasi parkir bukan hanya persoalan mengubah pembayaran tunai menjadi nontunai, tetapi bagaimana membangun tata kelola perparkiran yang transparan, akuntabel, dan terintegrasi dari hulu hingga hilir,” jelasnya.
Menurutnya, MyParkir telah mengembangkan platform pengelolaan parkir yang mengakomodasi berbagai metode pembayaran, mulai dari voucher fisik, voucher digital, QRIS hingga pembayaran tunai yang seluruh transaksinya dapat tercatat dalam sistem.
Platform tersebut juga dilengkapi fitur monitoring transaksi secara real-time, pengelolaan petugas parkir, serta pelaporan penerimaan yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan dan evaluasi.
Dorong Optimalisasi PAD Daerah
Rudihartono menambahkan, pengembangan MyParkir diarahkan untuk membantu pemerintah daerah meningkatkan efektivitas pengelolaan parkir sekaligus mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya memudahkan masyarakat dalam membayar parkir, tetapi juga membantu pemerintah daerah memastikan setiap transaksi tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Ia menilai Bank Jatim memiliki posisi strategis dalam mendukung pengembangan ekosistem pembayaran digital, mengingat perannya sebagai bank pembangunan daerah yang memiliki hubungan kelembagaan dengan pemerintah daerah di Jawa Timur.
Karena itu, sinergi antara penyedia teknologi perparkiran dan sektor perbankan diharapkan mampu mempercepat penerapan tata kelola parkir berbasis digital.
MyParkir Perluas Penjajakan di Jawa Timur
Sementara itu, Representative MyParkir wilayah Jawa Timur, Ade Zulkifly, mengatakan bahwa pertemuan dengan Bank Jatim merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapan infrastruktur pembayaran dalam mendukung ekspansi MyParkir.
Menurutnya, sejumlah pemerintah daerah di Jawa Timur mulai menunjukkan ketertarikan terhadap penerapan sistem perparkiran digital yang lebih modern dan fleksibel.
“Setiap daerah memiliki kebijakan perparkiran yang berbeda. Karena itu, MyParkir hadir dengan sistem yang dapat disesuaikan, baik untuk parkir harian, sistem berlangganan maupun kombinasi keduanya,” ungkap Ade.
Saat ini, MyParkir tengah mempersiapkan implementasi sistem parkir digital di Kota Pasuruan melalui integrasi voucher fisik dan digital.
Selain itu, penjajakan juga dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Jember untuk mendukung pengembangan sistem parkir berlangganan, khususnya bagi kendaraan di luar wilayah Kabupaten Jember, serta pembayaran parkir harian melalui voucher digital dan QRIS.
Ade berharap pembahasan bersama Bank Jatim dapat berlanjut ke tahapan teknis, terutama terkait integrasi QRIS dan peluang pengembangan kerja sama bisnis.
“Kami berharap kolaborasi ini nantinya dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak, terutama pemerintah daerah, masyarakat pengguna parkir, dan petugas parkir di lapangan,” ujarnya.
Melalui penguatan komunikasi dengan sektor perbankan dan pemerintah daerah, MyParkir optimistis dapat mengambil peran dalam mendukung transformasi tata kelola perparkiran yang lebih modern, transparan, dan berkelanjutan di Jawa Timur.







