Di Tepi Danau, Bupati Gowa melihat Orang Panen Ikan dan Menyapa Warga

GOWA,SOLUSINEWS.ID – Pagi itu, suasana Balang Tonjong di Dusun Tamangape, Desa Bontolangkasa Selatan, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, terasa berbeda.

Warga berkumpul di sekitar danau. Airnya tenang, tetapi sesekali bergerak ketika ikan muncul ke permukaan.

Di tempat sederhana itu, sebuah kegiatan kecil menjadi ruang untuk mempertemukan banyak orang. Bupati Gowa, Dr. Sitti Husniah Talenrang, turut menyaksikan orang panen ikan nila dan ikan gabus, Minggu, 20 September 2026.

Kegiatan ammaccala juku atau memanen ikan bukan sekadar mengambil hasil dari danau. Bagi Husniah, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan dengan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Ini silaturahmi. Ammaccala juku ini untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Kita ingin hadir, melihat langsung kehidupan warga, sekaligus berbagi kebahagiaan bersama,” ujarnya.

Di tengah kesibukan pemerintahan, pertemuan seperti ini menjadi kesempatan untuk duduk bersama warga. Tidak ada jarak yang terlalu jauh. Danau ikan pun menjadi tempat sederhana untuk berbincang dan saling menyapa.

Ikan nila dan ikan gabus yang dipanen menjadi gambaran kecil tentang bagaimana lingkungan sekitar dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Dari danau, ada ikan yang dipanen. Dari pertemuan, ada cerita yang dibawa pulang.

Husniah hadir didampingi Plh Sekda Gowa Firdaus, Plh Kepala Inspektorat Gowa Mardani Hamdan, Kepala BKKBN Gowa Sofyaan Daud, Plh Sekretaris DPRD Gowa Sitti Haerani, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan itu juga dirangkai dengan pembagian sembako kepada warga. Bantuan tersebut menjadi bagian lain dari kebersamaan yang dibangun pada hari itu.

Di Bontolangkasa Selatan, ammaccala juku yang rutin tiap tahun diadakan, akhirnya bukan hanya soal ikan yang diangkat dari dalam air. Ada silaturahmi, ada kebersamaan, dan ada pesan sederhana bahwa pemerintah dan masyarakat perlu terus bertemu.

Sebab, kadang-kadang, untuk mendengar cerita warga tidak diperlukan tempat yang mewah. Cukup di tepi danau, sambil melihat ikan bergerak di air dan tangan bersama-sama menarik jala. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *