MALILI, SOLUSINEWS — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) terus bertransformasi memperkuat peran perpustakaan.
Melalui Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) 2026, perpustakaan didorong tak sekadar menjadi tempat membaca buku, melainkan ruang belajar kreatif dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam pembukaan Stakeholder Meeting TPBIS Kabupaten Luwu Timur yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Luwu Timur, Ramadhan Pirade, Selasa (29/9/2026).
Agenda ini dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Jufri, Kepala DPKD Lutim Muhammad Syukri, jajaran pimpinan BUMN/dunia usaha, perbankan, para camat, Ketua APDESI, serta pegiat komunitas literasi.
Dalam arahannya, Sekda Ramadhan Pirade menegaskan bahwa penguatan literasi masyarakat membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
“Perpustakaan harus menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk belajar, mengasah keterampilan, serta menciptakan peluang usaha baru. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas menjadi kunci utamanya,” ujar Ramadhan.
Dukungan penuh turut disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Jufri. Ia memberikan apresiasi tinggi atas berbagai langkah inovatif DPKD Luwu Timur dalam mengimplementasikan TPBIS.
“DPKD Luwu Timur menunjukkan inovasi yang luar biasa melalui program TPBIS. Ini membuktikan perpustakaan tidak hanya berbicara tentang koleksi buku, tetapi memberikan dampak dan manfaat ekonomi nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” puji Jufri.
Melalui pendekatan berbasis inklusi sosial ini, Pemkab Luwu Timur berkomitmen memperluas akses sarana literasi di seluruh desa demi mencetak SDM yang berdaya saing dan mandiri. (*)







