MAKASSAR, SOLUSINEWS.ID – Ratusan pengelola dan petugas logistik alat dan obat kontrasepsi dari puskesmas serta jejaring fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Kota Makassar mengikuti kegiatan Peningkatan Kompetensi Pengelola dan Petugas Logistik Alat dan Obat Kontrasepsi serta Sarana Penunjang Pelayanan Keluarga Berencana (KB) di Aula Sipakatau, Balai Kota Makassar, Senin (13/4/2026).
Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar itu bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan logistik alat dan obat kontrasepsi agar pelayanan KB dapat berjalan lebih efektif, aman, dan berkelanjutan.
Kepala DPPKB Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, mengatakan kualitas program keluarga berencana sangat bergantung pada kompetensi petugas yang bertugas mengelola logistik sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Petugas adalah ujung tombak. Mereka yang memastikan alat kontrasepsi tersedia, tepat sasaran, sekaligus memberikan konseling kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Andi Irwan, pengelola dan petugas logistik memiliki tanggung jawab penting dalam memastikan proses pengadaan, penyimpanan, hingga distribusi alat dan obat kontrasepsi berjalan tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran.
Selain materi teknis pengelolaan logistik, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai manajemen logistik modern dan etika pelayanan. Melalui peningkatan kapasitas tersebut, petugas diharapkan mampu memberikan layanan yang tidak hanya menjamin ketersediaan alat kontrasepsi, tetapi juga menghadirkan konseling yang berkualitas kepada masyarakat.
Andi Irwan berharap pelatihan ini semakin memperkuat profesionalisme petugas KB, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program keluarga berencana, serta mendukung upaya menekan angka putus pakai kontrasepsi demi terwujudnya keluarga yang sehat dan berkualitas.







