MALLAWA, SOLUSINEWS.ID – Bupati Maros HAS Chaidir Syam turun langsung meninjau lokasi rencana pembuatan gapura masuk ke kawasan wisata Leang Panning Park di Kecamatan Mallawa, Kamis (30/5/2024).
Peninjauan lokasi pembuatan gapura masuk ke kawasan Leang Panning Park tersebut dilakukan Bupati Chaidir bersama rombongannya usai mengikuti acara silaturahmi Temu Wicara Maros Keren dengan tokoh masyarakat di Kecamatan Mallawa yang dirangkai penyerahan bantuan seragam sekolah dan penyerahan bantuan benih ikan.
Pada peninjauan lokasi pembuatan gapura Leang Panning Park, Bupati Chaidir didampingi sejumlah pejabatnya antara lain Kepala Dinas PUPR Maros, Kepala Bappelitbangda, Camat Mallawa, dan Kepala Desa Wanua Waru.

Titik lokasi yang ditinjau berada di pertigaan jalan poros Mallawa-Bone dengan jalan masuk ke kawasan Leang Panning Park, di Desa Batu Putih, Mallawa.
Lokasi Leang Panning Park sendiri yang memiliki gua pra sejarah tersebut berlokasi di Dusun Langi, Desa Wanua Waru, yang berjarak sekitar 3 kilometer dari pertigaan jalan yang akan dibangun gapura selamat datang tersebut.
Dari pertigaan jalan poros itu, hanya butuh waktu berkendara sekitar 10 menit ke destinasi wisata cagar alam Gua Leang Panning di Desa Wanua Waru.
Saat Bupati Chaidir datang ke lokasi rencana pembuatan gapura, pejabat dan aparaturnya sekaligus langsung melakukan pengukuran.
Menurut Bupati Chaidir, rencana pembuatan gapura tersebut sebagai bentuk dukungan dan partisipasi Pemkab Maros dalam mendukung potensi kepariwisataan di pedesaan atau desa wisata.
Apalagi, di Gua Leang Panning di Desa Wanua Waru merupakan gua purba yang ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros sejak 25 Juli 2019.

Dongkrak Potensi Ekonomi Kawasan Baruga
Terkait langkah Bupati Maros tersebut, tokoh pemuda sekaligus pemerhati wisata di Mallawa, Rudihartono, sangat mengapresiasi rencana pemkab setempat untuk membuat gapura menuju kawasan wisata Gua Leang Panning.
Apalagi kehadiran gapura tersebut nantinya akan memudahkan pengunjung maupun pelancong mengetahui keberadaan kawasan wisata Leang Panning sekaligus menjadi penanda akses masuk menuju lokasi tersebut karena lokasinya berada di tepi poros trans nasional Mallawa (Maros)-Bone.
Menurutnya, langkah itu juga akan memberi dampak positif terhadap potensi wisata di kawasan Baruga, singkatan tiga desa setempat, yaitu Desa Batu Putih, Wanua Waru, dan Gattareng Matinggi di Kecamatan Mallawa.
“Kedepan bila kawasan wisata Leang Panning ini berkembang, maka akan ikut memajukan potensi ekonomi masyarakat setempat di bidang kepariwisataan.

Hasil pertanian maupun kerajinan warga lokal nantinya, misalnya buah-buahan maupun produk kreatif lainnya dapat bernilai ekonomi untuk ditawarkan kepada wisatawan. Hal ini tentu akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat desa setempat,” tutur Rudi, sapaan akrabnya, Jumat (31/5/2024).
Untuk mendukung dan melengkapi wahana wisata di kawasan destinasi Leang Panning Park di desanya, Rudi pun berencana membuka area pemancingan yang cukup luas berkonsep wisata kebun di kawasan tersebut.
“Sementara masih proses pembenahan. Mudah-mudahan bisa rampung tahun ini dan pengujung atau wisatawan bisa mancing sambil kemping, karena di area tersebut juga tersedia lahan yang bisa digunakan untuk wisata camping,” kuncinya.(*)







